Depok Balik ke Level 3, Siswa TK dan PAUD Harus Belajar Daring Lagi

207
Mohammad Idris

Margonda | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengeluarkan Keputusan Wali Kota Depok Nomor:443/75/Kpts/Satgas/Huk/2022 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3 Corona Virus Disease 2019.

Dalam keputusan tersebut wali kota mulai mengatur aktivitas masyarakat mulai dari aturan jam malam hingga Pendidikan.

Dikatakannya, pelaksanaan pembelajaran disatuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 05/KB/202l, Nomor 1347 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/6678/2021, Nomor443-5847 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19.

“Untuk pembelajaran TK/PAUD dapat dilaksanakan secara daring/online/PJJ. Jarak antar peserta didik 1,5 meter dan selama proses belajar mengajar dilarang membuka masker,” tulisnya dalam surat edaran, Rabu (09/02).

Terakit dengan seleksi atau ujian, pihaknya masih memperkenankan dengan ketentuan peserta hadir paling banyak 30% (tiga puluh persen) dari jumlah kapasitas ruangan dengan menerapkan protocol kesehatan secara lebih ketat serta penerapan jaga jarak fisik (physical distancing).

“Seluruh panitia, peserta, dan staf pendukung wajib menggunakan aplikasi peduli lindungi untuk melakukan skrining terhadap orang yang keluar masuk pada tempat pelaksanaan Kegiatan Seleksi/Ujian,” paparnya.

Selain itu, sambungnya, seluruh panitia, peserta, dan staf pendukung yang hadir dalam kegiatan seleksi/ujian menunjukkan hasil negatif PCR H-1 atau hasilnegatif Antigen pada hari pelaksanaan Kegiatan Seleksi/Ujian.

“Mereka juga harus dilengkapi dengan surat pernyataan panitia bahwa pelaksanaan ujian telah sesuai dengan protokol kesehatan dan ketentuan yang ditetapkan Pemerintah Daerah Kota Depok,” jelasnya.

Tak hanya itu, surat edaran tersebut juga mengatur restoran/rumah makan, kafe dengan jam operasional dimulai dari malam hari dapat beroperasi dengan menerapkan prokes ketat dan jam operasional pukul 18.00WIB sampai dengan maksimal pukul 00.00 WIB.

“Dengan kapasitas maksimal 25%, satu meja maksimal 2(dua) orang, 4.waktu makan maksimal 60 (enam puluh) menit dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining
terhadap semua pengunjung dan pegawai, serta hanya pengunjung dengan kategori hijau dalam aplikasi PeduliLindungi yang boleh masuk kecuali tidak bisa divaksin karena alasan kesehatan,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here