Warga Kurang Setuju, Pemkot Siapkan RSUD Wilayah Timur untuk Tempat Isolasi

214
Tampak depan RSUD Wilayah Timur yang berada di Kecamatan Tapos

Margonda | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota Depok mewacanakan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok Wilayah Timur sebagai lokasi isolasi pasien Covid-19.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, pihaknya tengah melihat kesiapan RSUD yang diberi nama Anugerah Sehat Afiat (ASA) tersebut.

“Maka otomatis nanti kami akan lihat kesiapan dari rumah sakit daerah di bagian Timur. Kalau secara fisik sudah, tapi kalau secara sarpras mungkin yang akan disiapkan,” ujarnya, kemarin.

Idris menduga, banyak warga yang merasa ‘parno’ bilamana kediamannya dijadikan lokasi isolasi.

“Mungkin emosional saja ya. Parno. Sebenarnya secara ilmiah kan selama tidak berinteraksi berdekatan dan tidak buka masker enggak apa, minimal tiga meter. Tapi namanya masyarakat, tetap saja nanti kesepakatan masyarakatnya saja,” paparnya.

Misal satu RW, kata dia, ada satu rumah atau dua rumah silahkan dipakai. Ada beberapa lingkungan RW yang mempersilahkan warganya untuk isolasi terpusat.

“Nah ini permasalahannya, kecamatan ini informasinya kepada kami bahwa banyak warga yang enggak setuju, enggak mau kalau tempat-tempatnya dijadikan sebagai isoter (isolasi terpusat),”katanya.

Rencana Pemerintah Kota Depok untuk menyiapkan tempat isolasi di setiap kecamatan dan berbasis masyarakat nampaknya menemui masalah.

Bukan tanpa sebab, banyaknya warga yang menolak kediamannya dijadikan lokasi isolasi menjadi faktor yang membuat Pemerintah Kota Depok berpikir dua kali untuk merealisasikan rencana tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Mary Liziawati mengatakan, pihaknya membuka kembali PSJ UI seiring meningkatnya kasus konfirmasi Covid-19 di Kota Depok.

“Tempat isoter tersebut ditujukan bagi pasien Covid-19 dengan status OTG atau gejala ringan tanpa komorbid,” tandasnya.

Menurut Mary, terdapat beberapa kriteria pasien untuk dapat menjalankan isoter di PJS UI yakni memiliki KTP atau domisili Kota Depok dilengkapi dengan surat keterangan RT-RW, atau bekerja di wilayah Kota Depok.

“Lalu, berstatus positif Covid-19, tidak memiliki komorbid dan tidak bisa menjalani isolasi mandiri di rumah,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Mary, berusia lebih dari 15 tahun dan maksimal 60 tahun serta kondisi mandiri tidak memerlukan bantuan orang lain.

“Sedangkan untuk pendaftaran pasien dapat dilakukan melalui rujukan Puskesmas setempat,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here