Maret Diprediksi Puncak Omicron, Awal Ramadhan Insya Allah Kembali Normal

176
Wali Kota Depok, Mohammad Idris saat berbincang dengan Satgas Covid-19, Dadang Wihana

Sawangan | jurnaldepok.id
Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Kota Depok, H Dadang Wihana memprediksi kasus Covid-19 variam Omicron akan terjadi pada Maret mendatang.

“Februari dan Maret dua bulan ini biasanya tinggi, kalau varian Delta dulu kan di Juni dan Juli dengan tingkat kematian cukup tinggi. Kami prediksi Febhruari-Maret (puncaknya,red), para ahli pun begitu,” ujar Dadang kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dengan begitu, kata dia, April sudah melandai dan diharapkan di awal Ramadhan sudah kembali normal lagi.

“Tapi ingat, kuncinya yang paling pokok prokes warga dan vaksin. Tingkat kematian yang rendah dipengaruhi oleh cakupan vaksin yang tinggi. Jadi memang vaksin itu kebutuhan kita saat ini,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dengan jumlah peningkatan kasus lebih dari 1.000 per hari, diakui Dadang itu lebih cepat.

“Kalau tahun sebelumnya 1.800 itu sebulan, sekarang ini dalam dua minggu relative naik di angka 1.657. Kami prediksi ini khas Omicron karena lima kali lipat peningkatannya disbanding Delta, meskipun hasil pemeriksaan WGS nya belum terima secara keseluruhan,” jelasnya.

Dikatakannya, jumlah kasus 1.657 dalam waktu kurang lebih dua minggu hampir sama dengan tahun lalu tepatnya di Juni-Juli yang saat itu terjadi lonjakan Delta.

“Memang ada konsekwensinya, Ketika Depok berada di Level 3 atau 4, ada aktivitas sosial ekonomi warga yang dibatasi. Ini harus siap-siap, kalau Depok level 4 PJJ secara keseluruhan, kantor-kantor 100% WFH kecuali sector esensial dan kritikal,” jelasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengeluarkan Surat Edaran untuk masyarakat agar waspada dan siap siaga terhadap penyebaran Covid-19 varian Omicron.

Surat Edaran Wali Kota Depok itu bernomor 443/47-Dinkes tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) varian Omicron.

Ada delapan poin yang diatur dalam SE tersebut, diantaranya setiap warga agar menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara disiplin dan ketat dengan menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurahi mobilitas dan menghindari makan bersama.

“Kedua, menjaga kondisi kesehatan tubuh dengan makanan gizi seimbang dan pola hidup bersih dan sehat,” ujarnya, kemarin.

Selanjutnya, Idris juga meminta masyarakat lebih aktif melakukan pengendalian dan pengawasan penerapan prokes, terutama di pusat-pusat kegiatan sosial dan ekonomi, dengan menerapakan penggunaan aplikasi PeduliLindungi secara konsisten.

“Keempat, melakukan pengawasan terhadap warga yang telah melakukan perjalanan dari luar negeri dan melaporkan secara cepat jika ditemukan kasus kepada Satgas Penanganan Covid-19, baik level kelurahan, kecamatan maupun kota,” katanya.

Selanjutnya, kata dia, seluruh satuan di berbagai jenjang melakukan sinergitas antara masyarakat, tiga pilar dengan UPTD Puskesmas, rumah sakit, UPTD Labkesda dan fasilitas kesehatan lainnya dalam melakukan upaya 3T (tracing, testing dan treadmtmen) bagi kasus konfirmasi atau probable Covid-19 varian omicron beserta kontak erat.

“Keenam, mengoptimalkan kembali peran Kampung Siaga Tangguh Jaya (KSTJ) dalam pengendalian dan pengawasan prokes di level komunitas,” jelas.

Selanjutnya, sambungnya, melaksanakan vaksinasi Covid-19bagi warga dan anak-anak usia 6-11 tahun, serta vaksin booster bagi prioritas kelompok lansia dan kelompok rentan.

“Terakhir, bagi masyarakat yang melakukan aktivitas perkantoran, tempat kerja dan aktivitas luar lainnya kami imbau agar menerapkan prokes, baik diperjalanan, di tempat kerja maupun ketika kembali ke rumah, agar tidak terjadi klaster keluarga,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji | Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here