Omicron Masuk Indonesia, Menteri Kesehatan Minta Warga Jangan Panik

52
Wali Kota Depok saat mendampingi Menkses dan Kapolri meninjau vaksinasi booster

Margonda | jurnaldepok.id
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin meminta agar warga tidak panik menghadapi gelombang varian Omicron. Kendati diakui bahwa varian ini memang akan melonjak dengan cepat dan tinggi. Namun untuk hospitality dan fatalitasnya lebih rendah dari varian Delta.

“Varian Omicron sudah datang, pasti akan naik tinggi dan cepat. Kalau dilihat di negara lain bisa 2-3 kali puncaknya Delta. Tidak usah panik dan khawatir karena yang keduanya hospitalisasi dan fatalitasnya lebih rendah dari Delta. Yang penting kalau ada yang kena jangan panik,” ujarnya saat meninjau vaksinasi massal lanjutan (booster) di Margonda, Kamis (03/02).

Dikatakannya, asien dengan gejala ringan atau tanpa gejala bisa melakukan isolasi mandiri atau di tempat isolasi terpusat (isoter). Pasien tanpa gejala atau gejala ringan dengan saturasi diatas 95 persen tidak perlu dirawat di rumah sakit.

‘Kalau tanpa gejala dan saturasinya masih di atas 55 persen, walaupun ada batuk, demam pilek, rawat saja di rumah, enggak usah ke rumah sakit. Rumah sakit bisa diisi oleh orang-orang yang membutuhkan terapi oksigen, yaitu yang sedang dan berat,”katanya.

Sehingga, kata dia, ketersediaan tempat tidur di rumah sakit bisa dimanfaatkan bagi pasien dengan gejala sedang dan berat.

Menkes juga mengingatkan agar warga yang belum vaksin agar segera divaksin dengan tujuan mengurangi resiko penularan dan kematian.

“Cepat vaksin yang belum. Karena data yang kami lihat 60 persen orang yang meninggal adalah orang yang belum divaksin atau belum lengkap vaksinasinya. 60 persen orang yang masuk ke RS kondisi berat juga adalah yang belum divaksin atau belum lengkap,” paparnya.

Menkes pun mengimbau warga tetap menjalankan protokol kesehatan yang benar.

“Sehat selalu. Mari kita hadapi gelombang ini dengan rasa percaya diri,” katanya.

Dirinya kembali mengimbau agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan dan mau divaksin Covid-19.

“Jangan lupa protokol kesehatan, dan mari hadapi gelombang ini dengan percaya diri,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here