Mulai Hari Ini Wali Kota Instruksikan PTM 50% Lagi, Jam Pelajaran & Kapasitas Ruangan Dibatasi

745
Wali Kota Depok saat meninjau PTM Terbatas beberapa hari lalu

Margonda | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, Mohammad Idris menegaskan, Pemebelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas kembali 50%.

“Maka mulai besok (hari ini, red) PTM di Kota Depok hanya bisa diterapkan 50%. Sebelumnya kami sudah arahkan setiap Kepsek melalui Disdik untuk jaga jarak fisik antar siswa minimal 1,5 meter,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, Kamis (03/02).

Ia menambahkan, dikembalikannya PTM Terbatas 50% merupakan buah usulan Kota Depok melalui Kemendagri untuk menurunkan penerapan PTM di wilayah Level 2 menjadi 50% dari yang sebelumnya 100%.

“Alhamdulillah usulan kami diterima dan disampaikan kepada Mendikbudristek. Dengan begitu PTM dibatasi mulai dari jam pelajaran hingga kapasitas ruang kelas menjadi 50%,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pekan ini Depok masih berada dan dikategorikan Level 2 sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).

“Jika mengacu pada Surat Edaran Mendikbudristek dengan status Depok di Level 2, maka PTM dijgelar 50%,” katanya.

Terkait dengan posisi leveling Kota Depok, pihaknya menunggu Inmendagri Senin (07/02) malam yang disesuaikan dengan asasmen Kemenkes.

Sebelumnya, Idris mengungkapkan, semestinya saat ini Kota Depok sudah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Hal tersebut dilihat berdasarkan asesmen dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Dalam Inmendagri kemarin kami masih Level 2. Tapi sesuai asesmen Kemenkes per 1 Februari sebenarnya Depok sudah Level 4 bersama Kota Bekasi,” ungkap Idris saat wawancara di Kompas TV, Kamis (03/02) pagi.

Menurut dia, perbedaan penilaian antara Kemendagri dan Kemenkes terkait level PPKM menjadi persoalan bagi daerah.

Sebab, kata dia, jika memang sudah masuk pada PPKM Level 4, semestinya Kota Depok tidak lagi diperbolehkan menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas 100 persen.

Bahkan, lanjut Idris, sejak dua pekan kemarin, Kemenkes telah memberi asesmen PPKM Level 3 untuk Kota Depok, sehingga seharusnya PTM dibatasi hanya 50 persen.

“Namun Instruksi Menteri Dalam Negeri masih mengategorikan Kota Depok ke dalam PPKM Level 2 sehingga PTM 100 persen masih berjalan,” jelasnya.
Karena itu, Idris meminta Kemendagri meninjau ulang level PPKM di Kota Depok agar sesuai dengan asesmen Kemenkes.

“Kepala daerah tidak bisa melakukan perubahan lain. Itu yang kami mohon kepada Mendagri untuk meninjau kembali kebijakan levelling ini,” ungkap Idris.

Ia mengungkapkan, kasus Covid-19 harian di Depok terus melonjak. Dimana kasus baru pada 2 Februari tercatat mencapai 1.088 kasus dalam sehari. Jumlah itu melebihi rekor penambahan kasus baru harian saat gelombang kedua Covid-19 dengan dominasi varian Delta yang hanya sekitar 500 kasus per hari.

“Kemudian, persentase kasus positif atau positivity rate mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 16 persen yang berasal dari lingkungan sekolah,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here