Pemkot Depok Masih Mengkaji Rencana Penggunaan Pusat Karantina UI

48
Salah satu gedung karantina yang berada di kawasan Universitas Indonesia

Margonda | jurnaldepok.id
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Depok berencana akan membuka tempat karantina pasien Covid-19.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, saat ini pihaknya sedang menjajaki pembukaan kembali tempat karantina terpusat bagi pasien Covid-19.

“Kami lagi persiapkan, arahan Pak Wali Kota Depok dalam rapat satgas, sudah menjajaki karantina di pusat studi Jepang di Unversitas Indonesia,” ujarnya, Kamis (27/01).

Selain itu, kata Dadang, pihaknya juga tengah meminta bantuan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memfasilitasi tempat karantina atau isolasi terpusat.

“Kami juga telah melakukan koordinasi dengan rumah sakit baik negeri atau swasta di dalam penyiapan tempat isolasi untuk treatment,” katanya.

Sebelumnya, sesuai rencana, jika positivity rate Covid-19 Kota Depok menyentuh angka 5 persen, lokasi karantina terpusat akan kembali dibuka.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Dadang menyebut, kalau saat ini positivity rate di Depok telah berada di angka 4,36 persen.

“Rata-rata harian pun, ketika minggu lalu kita 0-5 kasus sedangkan untuk minggu ini di atas 100 kasus,” paparnya.

Jumlah penambahan harian pasien Covid-19 Kota Depok kembali pecah rekor pada Selasa 25 Januari 2022. Pada Rabu 26 Januari 2022, angka kasus konfirmasi mencapai 283 pasien.

Sedangkan untuk kasus konfirmasi aktif sebanyak 248 kasus, hingga menjadikan kasus aktif Kota Depok saat ini mencapai 1.233. Kasus penambahan harian pada data itu merupakan jumlah terbesar selama beberapa bulan terakhir.

“Untuk kasus Covid-19 di Kota Depok pada minggu ini terjadi kenaikan yang cukup tinggi dibanding dengan minggu lalu. Minggu lalau positivity rate kita 1,03 dan minggu ini naik cukup tinggi menjadi 4,36,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here