Dua Situ Yang Hilang Bakal Dikembalikan, Situ Gugur dan Situ Krukut Menjadi Target Utma

495
Terlihat keindahan Situ Tujuh Muara yang berada di wilayah Bojongsari

Bojongsari | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota Depok berencana mengembalikan dua situ yang hilang dan telah beralih fungsi menjadi pemukiman penduduk.

“Revisi Perda RTRW sudah ada arahan dari kementerian untuk mengembalikan situ yang masuk dalam catatan negara namun eksistingnya dibilang sudah tak ada,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, kemarin.

Ia mencontohkan, Situ Gugur yang berada di perbatasan Bedahan-Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, diminta oleh kementerian untuk dievaluasi kembali.

“Dari itu, kami sudah instruksikan Situ Gugur diwujudkan kembali. Begitu juga dengan Situ Krukut, kementerian juga meminta itu, karena SMPN 13 akan direlokasi,” paparnya.

Jika masih memungkinkan untuk dikembalikan, kata Idris, maka pihak kementerian akan menganggarkan untuk dihidupkan kembali.

“Sebenarnya bukan tambahan, tapi sudah masuk dalam catatan negara bahwa Depok memiliki 26 situ, nah yang ada sekarang 22 situ. Sementara yang dua situ di wilayah Cimanggis sudah dipelajari tidak akan bisa dikembalikan karena sudah tumbuh perumahan,” terangnya.

Sebelumnya, Idris juga mengungkapkan, di tahun ini ada sekitar delapan situ yang akan direvitalisasi.

“Ada delapan situ yang akan direvitalisasi, kami minta 70 persen anggaran dari pemerintah pusat. Namun kami khawatir direfocusing karena ada lonjakan covid lagi, makanya kami belum sosialisasi secara luas,” katanya.

Ia mengatakan, delapan situ yang akan direvitalisasi antara lain Situ Pengarengan, Sawangan, Pengasinan dan Situ Cilodong.

“Revitalisasi ini masih kewenangan pemerintah daerah, mudah-mudahan masih bisa kami laksanakan. Yang enggak bisa itu penataan dan pengelolaan, ini masih kami upayakan,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here