Wali Kota Depok Ungkap Varian Delta Masih Tinggi di Jawa Barat Dibanding Omicron

53
Mohammad Idris

Margonda | jurnaldepok.id
Masyarakat di Kota Depok diimbau untuk tetap waspada dan melaksanakan protokol kesehatan karena virus Covid-19 varian Delta dinilai masih tinggi di Jawa Barat.

“Untuk di Provinsi Jawa Barat sendiri, kami meminta kewaspadaan lantaran varian Delta justru masih tinggi ketimbang Omicron,” ujar Wal Kota Depok, Mohammad Idris, Senin (24/01).

Idris berharap jangan sampai hal itu membuat panik baik siswa maupun pihak lain secara menyeluruh.

“Kami melaksanakan kegiatan sesuai arahan dari para medis, para pakar untuk selalu melaksanakan prokes, intinya itu,” katanya.

Untuk di Provinsi Jawa Barat, Idris meminta kewaspadaan lantaran varian Delta masih tinggi ketimbang Omicron.

“Katanya dari sisi seranganya tidak dahsyat, tapi perlu diketahui masih banyak penyebaran Delta, walaupun di sini sudah mulai menyebar Omicron, ini harus kita hati-hati, jangan sampai begitu Omicron penyebarannya meluas, Delta serangannya masih kuat, ini yang harus diwaspadai,” tegasnya.

Penambahan kasus Covid-19 mencapai 886 kasus, Idris pun mengatakan tak ada kelurahan yang nol kasus, dalam artian sudah semua kelurahan di Kota Depok ditemukan kasus konfirmasi Covid-19.

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100% di Kota Depok sedianya telah dilakukan persiapan jauh-jauh hari, selain pengetatan protokol kesehatan (prokes) melalui aplikasi PeduliLindungi dan lainnya. Pemerintah Kota Depok juga telah menyiapkan langkah penanganan dan mitigasi jika ditemukan adanya kasus Covid-19 di satuan pendidikan atau sekolah.

“Jika ada salah seorang siswa yang kena, maka kami akan melakukan tracing terhadap siswa lainnya yang ada di kelas tersebut. Kayak kemarin misalnya, perkiraan kami itu yang kena satu kelas ternyata lintas kelas, karena ternyata anak ini mungkin ketika istirahat dia bermain dengan temannya dan berinteraksi dengan guru karena guru juga terpapar. Nanti akan kami lihat juga sekolahnya,”katanya.

Dengan proses demikian, pihaknya tidak serta merta memberhentikan pelaksanaan PTM.

“Yang jelas hari itu juga kami liburkan dan disinfektan, jadi kalau (yang terkonfirmasi positif,red) satu atau dua orang, bisa dilanjutkan lagi (PTM) sekolah,” jelasnya.

Jika nanti Kota Depok masuk PPKM Level 3, Idris mengaku akan mengikuti peraturan sesuai keputusan pemerintah pusat.

Dia juga mengimbau kepada siswa, guru dan karyawan lainnya jika memiliki kesehatan kurang baik seperti demam, panas untuk tidak masuk sekolah. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here