Jam Istirahat Rentan Penyebaran Virus, Siswa Dilarang Tukar Makanan

115
Wali Kota Depok saat meninjau PTM 100% di SMPN 3 Depok

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, Mohammad Idris melakukan monitoring Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100% di SMP 3 Depok.

Dalam kesempatan itu ia mengkhawatirkan adanya penularan virus Covid-19 terjadi pada saat jam istirahaat sekolah.

“Kami mengimbau agar pihak sekolah maupun orang tua siswa dapat memperhatikan hal tersebut,” ujarnya saat melakukan pemantauan PTM 100% di SMP 3 Depok, Senin (24/01).

Dikatakannya, biasanya di saat jam istrihat para siswa saling berkomunukasi dan kadang tukar makanan yang mereka bawa.

“Untuk itu kami imbau kepada pihak sekolah bersama satgas Covid-19 sekolah untuk mengantisipasi dan mengawasi siswa pada jam istirahat,”katanya.

Untuk mekanisme pengawasan, Idris menegaskan di masing-masing sekolah dipastikan ada satuan tugas (Satgas) Covid-19.

“Satgas ini nantinya akan memonitoring dan membantu Pemerintah Kota Depok dalam mengawasi prokes di lingkungan sekolah sesuai dengan yang telah ditetapkan. Nanti kami akan kontak, dari Disdik akan selalu monitoring satgas-satgasnya, jadi kontaknya ada di Disdik,” tuturnya.

Dia mengatakan, Pemkot Depok memperbolehkan sekolah melakaanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas 100%. Artinya seluruh sekolah sudah boleh menyelenggarakan aktifitas secara normal namun tetap dengan protokol kesehatan.

“Namun begitu, tetap ada batasan yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama pelaksanaan PTMT 100% oleh siswa maupun tenaga kependidikan di sekolah,” jelasnya.

Dia mengatakan, yang tidak boleh dilakukan selama PTMT 100% adalah jajan di sekolah maupun di luar lingkungan sekolah

“Kantin tidak dibuka sementara dan pada waktu istirahat, siswa dan seluruh tenaga kependidikan tidak diperkenankan untuk jajan di luar sekolah. Jadi membawa bekal masing-masing. Untuk pihak sekolah dijaga agar tidak ada jajanan, sementara orang tua pastikan siswanya membawa bekal saat ke sekolah,” ungkapnya.

Selain masalah jajanan, Idris mengatakan, ada pula batasan soal jam pelajaran. Dimana setiap sekolah harus mematuhi aturan yakni hanya 6 jam dalam sehari dengan perhitugan masing-masing mata pelajaran maksimal durasi 35 hingga 45 menit.

“Sehari dilaksanakan 6 jam dengan estimasi waktu setiap jam mata pelajaran 35 menit untuk SD dan 45 menit untuk SMP,” tukasnya.

Idris menambahkan, setelah melakukan pengecekan penerapan protokol Kesehatan, ia menilai sudah bagus dengan penyediaan QR Code PeduliLindungi. Di mana siswa siswi maupun guru yang baru tiba, diwajibkan scan aplikasi PeduliLindungi.

Diberlakukannya PTMT 100% oleh Pemerintah Kota Depok ini karena mengikuti arahan dari Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yakni Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here