Satpol PP Mulai Beraksi Lagi, Bubarkan Kerumunan Warga di Jam Malam

358
Satpol PP saat membubarkan kerumunan di salah satu cafe kawasan Kukusan

Beji | jurnaldepok.id
Diduga melanggar penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) petugas Satpol PP membubarkan gerombolan mahasiswa salah satu kampus yang melakukan kegiatan di sebuah café.

Kelompok mahasiswa tersebut melakukan kegiatannya melebihi jumlah yang ditentukan sehingga menimbulkan kerumunan serta kegiatannya hingga larut malam di cafe di Kukusan, Beji.

Salah satu petugas Satpol PP Kecamatan Beji, Samsu Sadikin mengatakan, penertiban tersebut berawal adanya laporan masyarakat. Dimana warga melaporkan adanya kerumunan massa di salah satu cafe di Kukusan.

“Saat itu kami bersama anggota sedang melakukan patroli PPKM dan mendapatkan informasi dari warga adanya kerumunan massa. Tim langsung ke lokasi, dan benar menemukan adanya kerumunan serta melebihi kapasitas yang sudah ditentukan selama PPKM. Saat kami tertibkan ada yang mengaku mahasiswa dari salah satu kampus yang sedang menggelar kegiatan,” ujarnya, kemarin.

Karena melanggar PPKM, akhirnya petugas mengimbau kepada pengunjung untuk membubarkan diri.

“Tidak hanya melanggar jumlah kapasitas namun melanggar jam operasional, dimana selama PPKM cafe beroperasi hingga pukul 21:00. Namun cafe tersebut pukul 22:30 masih beroperasi,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Depok kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 2, yang dimulai sejak 18 – 24 Januari 2022.

Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan Wali Kota Depok Nomor: 443/55/Kpts/Satgas/Huk/2022 tentang Perpanjangan PPKM Level 2 Covid-19, yang ditandantangani langsung Wali Kota Depok Mohammad Idris pada Selasa, 18 Januari 2022.

Dalam aturan ini, Pemkot Depok membatasi kerja dari kantor atau Work From Office (WFO) pada sektor non essensial sebesar 50 persen bagi pegawai yang sudah divaksin dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada pintu akses masuk dan keluar tempat kerja.

Untuk sektor essesial diperbolehkan WFO maksimal 75 persen staf untuk lokasi yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat. Serta 50 persen untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional.

kebugaran atau gymnastik, ruang pertemuan, ruang rapat tetap diizinkan buka dengan ketentuan harus memakai aplikasi PeduliLindungi dan diisi maksimal 50 persen dari total kapasitas.

Bagi anak usia di bawah 12 tahun yang ingin menyambangi lokasi di atas, diharuskan menunjukan hasil negatif Antigen satu hari sebelum kedatangan atau H-1, sedangkan PCR H-2.

Kegiatan seleksi atau ujian hanya diperkenankan dihadiri oleh peserta sebanyak 50 persen dari total kapasitas ruangan dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

Bagi panitia seleksi juga diminta menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan melakukan skrining kepada setiap orang yang keluar masuk pada tempat pelaksanaan kegiatan.

Sementara itu, pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan atau sekolah dapat melalui pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas atau jarak jauh berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor: 05/KB/2021, Nomor 1347 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/6678/2021 Nomor 443-5847 Tahun 2021 tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

Pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari-hari diperbolehkan beroperasi dengan kapasitas maksimal 75 persen dan operiasonal sampai pukul 18.00 WIB. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here