Wakil Wali Kota Beri Sinyal Bekukan Perizinan Panti Pijat se Depok

101
Imam Budi Hartono

Margonda | jurnaldepok.id
Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono meminta kepada dinas terkait untuk menutup panti pijat plus seperti yang ada di Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan.

Imam mengatakan panti pijat ‘Reflexy Aura’ yang dijadikan tempat prostitusi itu tidak memiliki izin. Untuk itu, Imam meminta panti pijat itu ditutup.

“Iya ditutup. Kami enggak kasih ampunlah ya, kan tidak ada izinnya juga ternyata, apalagi enggak berizin kan ya,” ujarnya, Selasa (18/01).

Lebih lanjut Imam menyebutkan, untuk tempat-tempat yang menimbulkan masalah di lingkungan, seperti kegiatan seks bebas, kegiatan narkoba dan kegiatan minuman keras haruslah ditutup.

Imam mengimbau seluruh pihak melaporkan jika ada kegiatan seperti itu.

“Ya kalau sebuah kegiatan membuat masalah di lingkungan harus ditutup, apakah kegiatan seks bebas, kegiatan narkoba, minuman keras, semuanya harus ditutup. Di sinilah peran RT, RW melaporkan kepada kami, kepada pihak-pihak yang bisa melakukan pencegahan dari hal-hal yang tidak kita harapkan,” katanya.

Sebelumnya, S, pengelola panti pijat mesum berkedok Reflexy Aura di Jalan Muchtar Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan, ditetapkan menjadi tersangka.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno kepada wartawan mengatakan,
penyidik sudah menetapkan satu orang tersangka kasus tempat pijat mesum di Sawangan, Depok.

Pelaku adalah S yang merupakan pemilik tempat pijat. Sedangkan terapis dan tamu yang datang hanya diperiksa sebagai saksi.

“Tersangkanya satu orang, yaitu pengelola panti pijat. Sedangkan yang lain terapis dua orang, tamu satu orang dan penjaga satu orang, kami jadikan saksi,” jelasnya, Kamis (13/01).

Dikatakannya, S dijerat Pasal 296 KUHP juncto Pasal 506 tentang menyediakan fasilitas untuk memudahkan perbuatan cabul dan menarik keuntungan dari perbuatan cabul tersebut.

Dimana S baru saja membuka tempat pijat mesum berkedok refleksi. Penyidik hingga kini masih mendalami apakah tempat tersebut mengantongi izin atau tidak.

“Kalau terkait perizinan belum kami cek, nanti akan kami cek ke dinas terkait,”katanya.

Pekan lalu, panti pijat berkedok reflexy digerebek warga Sawangan Baru pada, Selasa (11/1) malam. Warga curiga karena aktivitas di tempat tersebut terdapat kejanggalan. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here