Kasus Proyek SDN Grogol 2 Masuk Babak Baru, Dua Terdakwa Dituntut 1 Tahun 6 Bulan Penjara

67
Ilustrasi

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Bandung menggelar sidang Tuntutan untuk dua terdakwa perkara dugaan korupsi terkait pembangunan sekolah (P2S) SDN Grogol 2 Kota Depok TA 2019 yang merugikan negara Rp 324.737.000.

Dimana, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga honorer yang bertugas di UPT SDN Grogol 2 dituntut penjara 1,6 tahun dan wajib mengembalikan kerugian keuangan Negara.

Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Depok, Dimas Praja membacakan surat tuntutan terhadap terdakwa dengan hukuman satu tahun enam bulan penjara terhadap kedua Terdakwa dugaan korupsi terkait pembangunan sekolah (P2S) SDN Grogol 2 Kota Depok TA 2019.

Andi Rio Rahmat Rahmatu, Kepala Seksi Intelijen didampingi Alfa Dera ketika dikomfirmasi (18/1) menerangkan, bahwa benar sudah dilakukan penuntutan terhadap dua terdakwa kasus korupsi terkait pembangunan sekolah (P2S) SDN Grogol 2 Kota Depok TA 2019.

“Dari perkara dugaan korupsi terkait pembangunan sekolah (P2S) SDN Grogol 2 Kota Depok TA 2019 saat ini sudah dua yang telah dilakukan penuntutan yakni WN selaku Aparatur Sipil Negara Guru SDN Grogol 2 Kota Depok sekaligus Ketua Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) SDN Grogol 2 Kota Depok TA 2019,” ujarnya, kemarin.

Terdakwa lainnya yakni EA yang berprofesi sebagai Tenaga Kependidikan (tata usaha) honorer di UPTD SDN Grogol 2 Kota Depok tahun 2019 sekaligus Sekretaris panitia pembangunan sekolah (P2S) SDN Grogol 2 Kota Depok TA 2019.

Kedua terdakwa berdasarkan fakta persidangan dituntut terbukti bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi yang dilakukan secara bersama-sama sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Jo Pasal 18 Ayat (1)huruf b UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Perlu kami sampaikan, selain menuntut pidana penjara Jaksa Kejari Depok juga menuntut membayar denda terhadap kedua terdakwa masing-masing sejumlah Rp 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) jika tidak dibayar maka subsidair 3 (tiga) bulan kurungan,” paparnya.

Rio menegaskan, untuk pemulihan keuangan negara bukan saja tuntutan terkait denda tetapi jaksa juga menuntut terdakwa untuk membayar uang pengganti Kerugian Keuangan Negara sebesar Rp 81.550.000 dan memerintahkan barang sitaan berupa uang sejumlah Rp 81.550.000 berdasarkan Berita Acara tanggal 16 September 2021, dalam rangka penitipan Uang Pengganti Kerugian keuangan Negara yang diserahkan terdakwa dirampas untuk negara dan diperhitungkan sebagai Pengganti.

“Adapun modus melakukan korupsi pembangunan sekolah (P2S) SDN Grogol 2 Kota Depok Tahun Anggaran 2019 dengan membuat kwitansi serta bukti bukti pertanggung jawaban yang tidak sebagaimana mestinya,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here