Emak-emak Borong Minyak Goreng, Hitungan Menit Langsung Ludes

38
Sejumlah emak-emak saat mengantre di kasir untuk membeli minyak goreng

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Emak-emak di wilayah Kota Depok mendatangi dan memborong minyak goreng di minimarket paska pemerintah menetapkan harga Rp 14.000 perliter pada, Rabu (19/2).

Pantauan di sejumlah minimarket wilayah Depok, para pembeli cukup antusias dengan kebijakan tersebut. Hal itu terbukti dengan mulai banyaknya ibu-ibu yang membeli minyak goreng seharga Rp 14.000 perliter.

Kalangan ibu rumah tangga khusunya, menyerbu minyak goreng kemasan di minimarket yang menjual minyak goreng Rp 14.000 perliter. Bagian rak khusus minyak goreng juga tampak lengang. Minyak goreng yang dipajang di minimarket tersebut sudah mulai menipis bahkan ada yang habis.

Karena itu, pihak minimarket mengatasinya dengan membatasi maksimal pembelian dua bungkus minyak goreng. Minyak goreng yang biasanya dijual di pasaran Rp 40 ribu per dua liter kini menjadi Rp 28 ribu per dua liter.

“Minyak goreng serupa jika dibeli di pasar masih harga Rp 40 ribu hingga Rp 42 ribu per dua liter, tapi di sini hanya ditebus Rp 28 ribu untuk dua liter,” kata salah seorang pembeli minyak kemasan, Napsiah, Rabu (19/01).

Dia mengatakan, minyak goreng kemasan sudah mulai diserbu ibu-ibu rumah tangga karena harganya murah, sehingga jelang siang sudah habis stoknya.

“Saya masih sempat dapat dua kemasan dua liter, namun ibu-ibu yang di belakang saya sudah tidak kebagian lagi,” paparnya.

Warga Mampang, Nursyamsiah atau Inuy yang juga membuka usaha Kedai Nduy memanfaatkan harga minyak Rp 14.000 perliter.

“Kami manfaatkan harga minya goreng Rp 14.000 perliter,” tandasnya.

Dia mengatakan, harga tersebut dinilai terjangkau dibandingkan harga sebelumnya diatas harga Rp 14.000.

Salah satu petugas minimarket, Rita mengatakan, harga itu untuk semua merek minyak goreng, mulai hari kemarin.

“Baru hari ini infonya, jadi belum ada labelnya. Tapi kalau di scan sudah Rp 14.000 per liter. Jadi yang 2 liter nanti Rp 28.000. Ini semua merek. Kalau yang kemasan botol masih harga normal,” ungkapnya.

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi mengungkapkan, telah mengeluarkan kebijakan soal penyaluran minyak goreng dengan kemasan sederhana sebanyak 1,2 miliar liter seharga Rp 14 ribu per liter.

Penyaluran minyak goreng akan dilakukan dengan sistem ke produsen BUMN dan swasta yang kemudian disalurkan ke masyarakat.

“Jadi karena ini jumlahnya masif, kami mesti accountable. Kami masih coba agar tengah minggu ini bisa jalan untuk mulai besok supaya juga accountable,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok, Zamrowi Hasan mengungkapkan, pihaknya turuyt melakukan pengawasan dan monitouring ke lapangan.

“Kami sedang monitor ke lapangan, info dari beberapa minimarket juga sudah turun semua,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here