Aduh…Depok Kembali ke Level 2, Dampaknya PPKM Diperpanjang Lagi

1794
Mohammad Idris

Margonda | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, Mohammad Idris Kembali mengeluarkan Keputusan Wali Kota Depok Nomor: 443/ 55 / kpts/satgas/huk/2022 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 2 Corona Virus Disease 2019.

Dalam surat tersebut Idris mengungkapkan, Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 Corona Virus Disease 2019 terhitung mulai tanggal 18 Januari 2022 sampai dengan tanggal 24 Januari 2022.

“Untuk mengoptimalkan pelaksanaan Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 2 Corona Virus Disease 2019 sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU dan Diktum KETIGA, memastikan penerapan protokol kesehatan, dan untuk membatasi mobilitas warga, dilaksanakan Gerakan Jaga Kampung Kita (JAGA KAKI) pada tingkat Rukun Tetangga (RT) dan Kampung Siaga Tangguh Jaya (KSTJ),” ungkapnya, Rabu (19/01).

Selain itu, sambungnya, penguatan 3T (testing, tracing, treatment) perlu terus ditingkatkan, dengan menerapkan testing di fasilitas kesehatan, laboratorium dan mengembangkan testing keliling.

Demikian pula untuk penambahan rasio tracing dikembangkan tracer berbasis Rukun Warga, disamping tracer di tingkat kota, Puskesmas, Kecamatan dan Kelurahan. Untuk treatment dilaksanakan melalui pengendalian tempat tidur di rumah sakit
dan tempat karantina OTG/Gejala Ringan.

“Untuk setiap pribadi, perkantoran, pelaku usaha, restoran, pusat perbelanjaan, transportasi umum yang tidak melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Lampiran Keputusan Wali Kota ini dikenai sanksi administratif sampai dengan penutupan usaha sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” paparnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengunjungi Kota Depok pada Rabu (19/01/22). Kunjungan kerjanya tersebut dilakukan untuk menyambangi Dinkes Kota Depok guna berkoordinasi terkait kesiapan daerah dalam menghadapi lonjakan kasus Covid-19 varian baru yaitu Omicron.

Kepala Dinkes Provinsi Jabar, R. Nina Susana Dewi mengatakan, beberapa hari terakhir terjadi lonjakan kasus di Jabar. Untuk kasus tertinggi berada di Kota Depok.

“Kami sengaja datang untuk memastikan kesiapan Depok dalam menghadapi lonjakan kasus,”tuturnya kepada berita.depok.go.id di kantor Dinkes Depok, lantai 3, Gedung Dibaleka II, Balai Kota Depok.

Menurut Nina, saat ini Depok sudah sangat siap menghadapi lonjakan kasus Covid-19. Tentunya dengan berbagai strategi yang dilakukan, Dinkes Jabar juga akan siap mengawal upaya yang dilakukan tersebut.

“Koordinasi akan terus kami lakukan dan turut membantu pengawalan untuk di Kota Depok,”ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Depok Mary Liziawati mengatakan, pihaknya sudah melakukan monitoring dan antisipasi kenaikan kasus Covid-19. Yaitu dengan meningkatkan testing, tracing dan treatment (3T), termasuk di sekolah-sekolah.

Selain itu, ujar dia, Dinkes Depok gencar mengingatkan kepada masyarakat untuk menerapkan kembali protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

“Kami juga sampaikan kepada sejumlah rumah sakit untuk bersiaga dan menyiapkan tempat karantina isolasi,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here