Satpol PP Ungkap Panti Pijat Mesum di Sawangan Ternyata Tak Miliki Izin

355
Lienda Ratnanurdianny

Sawangan | jurnaldepok.id
Panti pijat berkedok reflexy yang berlokasi di RW 01 Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan, terancam ditutup.

Kepala Satpol PP Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, pihaknya bakal menyurati Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), terkait peristiwa penggerebekan Reflexy Arum sebagai panti pijat esek-esek oleh warga, Selasa (11/01) malam.

“Dengan informasi tersebut kami akan menyampaikan surat kepada DPMPTSP agar melakukan pengawasan dan pembinaan kegiatan tidak berizin sesuai kewenangannya,” ujarnya, kemarin.

Liennda mengatakan, hasil penelusuran pihaknya diketahui bahwa tempat itu baru beroperasi selama enam hari dan belum berizin.

“Dari hasil pencarian anggota bahwa tempat tersebut memang belum berizin dan baru enam hari operasionalnya. Satpol PP akan menutup jika sudah ada pelimpahan dari DPMPTSP,”katanya.

Pihaknya langsung menerjunkan personelnya ketika menerima informasi penggerebekan tersebut.

“Tim Garuda Satpol PP ketika tiba di tempat, pemiliknya sudah diamankan ke Polsek Bojongsari,” jelasnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno menambahkan, pihaknya masih memintai keterangan kepada lima orang.

“Lima orang tersebut di antaranya adalah pemilik panti pijat, penjaga, hingga tamu dan dua terapisnya,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua RW 01 Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan, Abdul Azis mengatakan, penggerebekan dilakukan oleh warga secara spontan.

Ia menjelaskan, pihak pengelola tempat panti pijat bernama Reflexy Aura itu awalnya minta surat keterangan domisili usaha. Karena ini sifatnya keterangan domisili usaha, artinya memang kewenangan RT/RW.

“Mereka baru beroperasi seminggu ini. Adapun masalah kewenangan izin usaha kan bukan kita yang ngeluarin. Artinya RT/RW tanda tangan. Meskipun demikian RT tetap mantau karena ada kejanggalan. Akhirnya warga juga mantau. Kalau ada tamu Magrib lampu depan dimatiin,” terangnya.

Puncaknya, warga menggerebek tempat panti pijat tersebut sekira pukul 19:00 WIB. Warga emosi karena beredar kabar di tempat tersebut juga dijadikan sebagai ajang prostitusi terselubung.

“Jadi ada laporan dari warga ke Pak RT bahwa ada tamu direfleksi. Pak RT buka medsos ternyata dia daftar di prostitusi online. Akhirnya anak muda tadi disuruh nyamar dan seolah tamu. Begitu kemari (tempat pijat) langsung divideoin. Si pelaku dan si terapis lagi terapis cuma pakai celana dalam dan BH. Sampai akhirnya dapat video juga berbuat mesum telanjang bulat dan laporan ke RT langsung disergap,” ungkapnya.

Karena merasa sudah cukup bukti, massa kemudian langsung mengamankan para pelaku yang diduga sedang berbuat mesum tersebut.

“Pak RT dan warga enggak sempat laporan ke Binmas karena kan buktinya sudah ada, akhirnya diamankan,” katanya.

Kasusnya kini ditangani Polres Metro Depok. Sejumlah saksi dan terduga pelaku prostitusi telah diamankan untuk dimintai keterangan. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here