Tugu Rawageni Abadikan Sejarah, Beginilah Asal Muasal Nama Rawageni

689
Beberapa orang saat melintas di depan Tugu Rawageni

Cipayung | jurnaldepok.id
Dibangunnya Tugu Rawageni yang berada di lingkungan RW 01, Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung, merupakan symbol sejarah wilayah tersebut.

Ketua RW 01 Kelurahan Ratujaya, Jaelani Canut mengungkapkan, dibangunnya Tugu Rawageni tak lain untuk mengedukasi anak-anak zaman now dan masyarakat akan sejarah Rawageni.

“Rawageni itu diambil dari dua suku kata yakni Rawa dan Geni. Dahulu di lokasi ini merupakan sebuah rawa. Ketika pagi hari udara sangat dingin dan kebanyakan warga menabun dan gegeni (menghangatkan badan,red) di pinggir tabunan, itu filosofi Rawageni,” ujar Canut kepada Jurnal Depok, Rabu (12/01).

Ia menambahkan, pihaknya sengaja membangun tugu tersebut dengan ikon kolam dan kobaran api yang membara.

“Kolam yang menjadi alas sebagai symbol sebuah rawa/kobakan, dan Geni kami gambarkan dengan kobaran api yang membara. Kami tidak mau ikon wilayah kami ini diganti dengan tugu bergambar binatang atau buah-buahan, kalau itu dilakukan maka identitas wilayah kami akan hilang,” paparnya.

Selain itu, makna kumpulan tangan yang menopang kobaran api sebagai symbol kebersamaan dan kekompakan masyarat.

“Ada juga lubang di tiang penopang yang bermakna tungku, karena orang dulu masaknya pakai kayu bakar dan tungku. Sementara gigi balang mencerminkan kebudayaan Betawi,” jelasnya didampingi arsitek sekaligus pembuat Tugu Rawageni, Suwanda.

Tugu Rawageni yang memiliki diameter empat meter dan tinggi lima meter itu dibangun secara swadaya. Sebelum mendirikan tugu tersebut, pihaknya juga telah bermusyawarah dengan tokoh masyarakat di lingkungan setempat.

“Tadinya bangunan liar, hasil musyawarah kami dengan warga sepakat untuk dibangun Tugu Rawageni,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, proses pengerjaan dilakukan memakan waktu yang cukup lama yakni selama lima bulan. Hal itu lantaran biaya pembangunannya dilakukan swadaya.

“Jadi tersendat-sendat karena biayanya minim. Kalau ditotal menghabiskan anggaran Rp 80 juta lebih. Kami ucapkan terimakasih banyak kepada masyarakat dan para donator yang telah berpartisipasi dalam pembangunan tugu ini,” ucapnya.

Sementara itu, arsitek sekaligus pembuat Tugu Rawageni, Suwanda mengungkapkan, dalam pengerjaan tugu tersebut tidak menemukan kendala.

“Kendala hanya bahan material saja yang telat, karena ini menyangkut pendanaan,” tandasnya.

Tugu Rawageni yang terletak di jalan terusan Dipo ini, rencananya akan diresmikan oleh Wali Kota Depok, Mohammad Idris dalam waktu dekat. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here