Sidak PTM 100%, Wakil Wali Kota Depok Temukan Siswa Masih Jajan di Luar Sekolah

61
Wakil Wali Kota Depok saat melakukan sidak ke salah satu sekolah di Depok

Beji | jurnaldepok.id
Di masa Pembelajaran Tatap Muka (PTM) masih ditemukan siswa tidak membawa bekal atau makanan dari rumah melainkan jajan di luar lingkungan sekolah.

Hal itu terlihat saat Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono meninjau langsung pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di Sekolah SMA dan SMK Putra Bangsa, Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Kota Depok.

Dari hasil tinjauan langsung Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono ditemani Kadisdik Depok, Wijayanto bersama tiga pilar Kecamatan Beji, melakukan pengecekan kegiatan belajar mengajar (KBM) kelas 12 SMK dan SMA Putra Bangsa sudah berjalan seperti biasa.

“Hasil pengecekan langsung dan monitoring dalam penggunaan masker seluruh pelajar sudah 100 persen, namun untuk pendukung alat seperti perbekalan makanan dan minum belum ada dibawa para pelajar dari rumah,” ujarnya, Selasa (11/01).

Sementara itu Imam menganjurkan kepada para siswa dan guru sekolah untuk membawa makanan dari rumah masing-masing.

“Masih ada siswa yang jajan di kantin dan tidak membawa perbekalan dari rumah,”katanya.

Selain itu, ia menilai dalam menjaga protokol kesehatan pada saat akan masuk gerbang sekolah sudah ada pengecekan suhu, hand sanitizer dan tempat cuci tangan sudah memadai.

“Untuk itu kami berharap untuk alat penunjang agar difungsikan dan seluruh siswa sudah harus divaksin. Jika seluruh siswa sudah divaksin diharapkan dapat mencegah penyebaran virus Covid-19,” jelasnya.

Sementara itu Wakil Kepala Sekolah SMK Putra Bangsa, Ririn Kusrini mengatakan, total seluruh siswa yang ada dalam menjalani PTM 100 persen untuk SMK sebanyak 747 siswa sedangkan SMA ada 534 siswa.

“Alhamdullilah seluruh siswa kami sudah vaksin semua. Namun ada satu atau dua orang yang belum divaksin karena sedang sakit. Selain itu untuk guru dan seluruh pegawai seluruhnya sudah divaksin lengkap,” ungkapnya.

Dalam penerapan protokol kesehatan, lanjut Ririn, pihaknya telah mengikuti sesuai peraturan pemerintah dalam protokol kesehatan seperti pengecekan suhu tubuh, tempat cuci tangan, dan klinik.

“Jika ada siswa yang melebih standar normal pengecekan suhu, maka dari pihak sekolah sudah disediakan fasilitas klinik untuk sementara akan dirawat atau diobati,” tuturnya.

Dalam pemantauan protokol kesehatan, Ririn juga melakukan kerjasama dengan Tim Satgas Covid-19 dari Kelurahan Kemiri Muka.

“KBM siswa masuk dari pukul 07.00 WIB dan pulang 12.15 WIB mulai dari Senin hingga Jumat. Kami berharap pandemi bisa cepat hilang. Selain itu reaksi para orang tua murid termasuk pelajar dalam menyambut PTM 100 persen sangat senang dan gembira, juga sudah sangat dinanti selama masa pandemi Covid-19 dua tahun ini,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here