Proses Hukum Terus Berjalan, Kubu Emack Yakin Tersangka Mafia Tanah Bisa Bertambah

170
Tampak depan Perumahan Reiwa Town di Jalan Raya Arco Pengasinan

Limo | jurnaldepok.id
Husen Sanjaya, orang kepercayaan Mayjend (Pur) H. Emack Syadzily dalam mengurus permasalahan pemalsuan tanda tangan dan penggelapan sertipikat tanah milik Emack Syadzily yang dijadikan syarat penerbitan IMB Perumahan Reiwa Town Depok, mengaku optimis pihak Bareskrim Mabes Polri dalam waktu dekat bakal menetapkan tersangka baru, menyusul empat tersangka yang sudah ditetapkan pada tanggal 27 Desember silam.

“Saya yakin tidak lama lagi akan ada tersangka baru yang ditetapkan oleh penyidik Bareskrim, kita tunggu saja, bisa dari unsur masyarakat biasa dan bisa juga dari unsur pemerintahan. Namun yang jelas, kemungkinan besar akan ada tersangka baru, sedangkan untuk empat tersangka yang sudah ditetapkan penyidik, kini sedang menjalani proses hukum lanjutan,” ujar Husen kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dikatakan Husen, dalam surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan (SP2HP) Nomor B /893 / IX / 2021 / Dittipidum tertanggal 2 September 2021, penyidik telah memeriksa 21 saksi saksi yang dituangkan dalam berita acara pemeriksaan, yang kemudian ditindak lanjuti dengan penetapan empat tersangka yang dituangkan pada surat Nomor B / 55.a / XII / 2021 / Dittipidum tertanggal 27 Desember 2021.

Ditegaskan Husen, pihaknya bakal terus mengawasi perkembangan proses hukum bagi para tersangka dan semua yang terlibat dalam kasus pemalsuan tanda tangan dan penggelapan sertipikat milik mantan Direktur Badan Intelijen Strategis (Basis).

Terpisah, korban pemalsuan tanda tangan dan penggelapan sertifikat tanah, H. Emack Syadzily mengatakan sudah menyerahkan sepenuhnya proses hukum ini kepada aparatur penegak hukum dan dirinya tidak akan mengintervensi proses hukum yang berjalan.

“Biarkan saja proses hukum berjalan sebagaimana mestinya, saya percaya para penegak hukum di Mabes Polri akan berlaku adil dalam menangani perkara ini,” kata Emack.

Dia menambahkan, berlanjutnya proses hukum terhadap para pihak terduga pelaku penyerobotan lahan miliknya disebabkan dirinya melihat tidak ada itikad baik dan serius dari para tersangka untuk menyelesaikan permasalahan itu kepada dirinya.

“Upaya mediasi sudah dilaksanakan namun sepertinya tidak ada keseriusan untuk menyelesaikan masalah, hanya omong doang, sekarang kita ikutin saja proses hukum,” tutup Emack. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here