Pemkot Depok Belum Rencanakan Buka Kembali Pusat Karantina Wisma Makara UI

19
H Dadang Wihana

Margonda | jurnaldepok.id
Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok masih melihat perkembangan untuk membuka pusat karantina bagi pasien Covid-19 untuk Wisma Makara UI.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid 19 Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, untuk membuka Wisma Makara UI sebagai tempat karantina masih lihat perkebanggannya.

“Tercatat saat ini kasus aktif masih dibawah 50 persen, penambahan kisaran 0 sampai 5, sebelumnya ada 5, kemarin 5, dan sekarang turun menjadi 3 keadaan masih fluktuatif,” ujarnya, kemarin.

Sambil melihat trend, Dadang mengungkapkan segala kemungkinan akan tetap diantisipasi.

“Semoga tidak terjadi lonjakan kasus. Untuk jabodetabek saat ini status levelnya pun sama, yaitu level 2,”katanya.

Dadang menambahkan, warga yang terpapar virus Omicron terakhir ini berdasarkan data pada ibu M dengan rata-rata berasal dari perjalanan luar negeri.

“Sesuai arahan dari Wali Kota, untuk keluarga yang kontak erat akan ditracing agar kooperatif jika ada petugas yang turun ke lapangan di daerah Kecamatan Limo, Cinere, Sawangan dan Bojongsari,” paparnya.

Dadang menyebutkan, rata-rata yang terpapar usai dari perjalanan luar negeri.

“Berdasarkan informasi, ada yang terpapar seorang warga ketika dalam perjalanan ke Puncak, namun hal ini masih kita telusuri,” ungkapnya.

Dalam hal ini, kata dia, upaya yang akan dilakukan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Depok telah mengeluarkan surat edaran Wali Kota untuk mengingatkan kembali protokol kesehatan, karena kuncinya adalah prokes dan vaksinasi.

“Rencana dari pemerintah pusat pada tanggal 12 Januari ini akan menggelar kick off booster vaksinasi ketiga. Namun warga sudah mulai abai, kami lihat tempat-tempat makan, tempat ngumpul dapat terjadi potensi penularan,” tambahnya.

Dalam target utama dalam pencegahan virus Covid -19 ini, lanjut Dadang, pemberian vaksin masih lansia dan kelompok renta.

“Secara teknis sistemnya seperti apa masih menunggu pusat, karena satu komando kami merujuk pada pusat. Sama juga halnya tentang PTMT sudah ada SKB 4 Menteri,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here