Paska Ditetapkan 4 Orang Tersangka, Emack Minta IMB Perumahan Reiwa Town Dibekukan

205
Jendral Purnawirawan H Emack Syadzily saat menunjukkan bukti laporan ke Mabes Polri

Bojongsari | jurnaldepok.id
Mencuatnya pemberitaan kasus mafia tanah di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, ternyata merembet pada keabsahan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) perumahan elit Reiwa Town Depok yang berlokasi di wilayah Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsasri.

Hal ini dikarenakan proses penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) perumahan tersebut menggunakan dokumen palsu, terkait pemalsuan tanda tangan dan penggelapan sertifikat milik H Emack Syadzily yang digunakan untuk memenuhi persyaratan lahan pemakaman perumahan Reiwa.

Saat dikonfirmasi Jurnal Depok terkait hal ini, Emack mendesak kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam hal ini Badan Keuangan Daerah (BKD) dan Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk membekukan IMB perumahan Reiwa Town Depok lantaran proses penerbitan IMB nya jelas jelas melanggar hukum.

“Tidak ada alasan bagi Pemda Depok untuk tidak membekukan IMB perumahan Reiwa, karena IMB yang telah diterbitkan untuk perumahan itu mengacu pada persyaratan ilegal yakni menggunakan tanah milik saya yang diserobot oleh Burhan dan kawan-kawan,” tegas Emack.

Hal senada dilontarkan oleh Husen, orang kepercayaan Emack yang ditugasi mengurus permasalahan penyerobotan lahan seluas 2.930 meter yang sudah dijadikan lahan fasos permakaman untuk para konsumen Perumahan Reiwa Town Depok.

“Ini bukan hanya menyangkut legalitas perizinan, tapi lebih dari itu, para konsumen jelas dirugikan dengan mencuatnya kasus penyerobotan lahan ini, sekarang proses hukum sudah berjalan dan penyidik Bareskrim Mabes Polri sudah menetapkan para tersangka untuk proses hukum selanjutnya,” tandas Husen kepada Jurnal Depok, kemarin.

Guna menghindari potensi kerugian masyarakat, dalam hal ini para konsumen yang telah membeli rumah di Perumahan Reiwa Town, pemerintah harus tegas menghentikan segala kegiatan dilokasi, baik pembangunan unit rumah maupun pemasaran kepada masyarakat umum.

“Ujung-ujungnya masyarakat atau para konsumen lah yang akan dirugikan jika masalah ini tidak terselesaikan,” ungkapnya.

Pemberitaan terkait penyerobotan lahan milik H Emack Syadzily kini menjadi sorotan utama publik. Pasalnya, kasus hukum yang kini sudah ditangani oleh Bareskrim Mabes Polri menyeret sejumlah nama pejabat publik diantaranya EH mantan Camat Sawangan yang kini menjabat sebagai Kadishub Depok dan NA mantan staf Kelurahan Bedahan yang kini menjadi anggota DPRD Depok masa bakti tahun 2019 – 2024. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here