Film Jejak Langkah 2 Ulama, Bukan Sekedar Tontonan Tapi Juga Sebagai Tuntunan

74
Wali Kota Depok saat meninjau pemutaran film Jejak Langkah 2 Ulama

Laporan: Aji Hendro
Walikota Depok, Mohammad Idris mengungkapkan, Film Jejak Langkah 2 Ulama menceritakan tentang keteladanan dari dua ulama besar yang diinisiasi dan disutradarai oleh seorang santri yang sudah dibekali ilmu keteladanan.

“Ini bukan sekedar nonton, tapi ini tontonan dan tuntunan. Kita tidak sekedar mengagumi seorang tokoh, tapi harus dicontoh sikap keteladanannya,” ujarnya, Senin (10/01).

Film ini, lanjut Idris, juga menceritakan tentang sebuah gambaran kehidupan yang rukun sebagai warga dalam bernegara, khususnya sebagai warga Depok.

“Mudah-mudahan yang rukun bukan elitnya saja, tetapi di grassroot juga harus rukun. Kadang-kadang diatasnya rukun tapi dibawahnya tidak rukun. Semuanya harus dijaga kerukunannya,”katanya.

Sementara itu Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono mengungkapkan, Muhammadiyah dan Nadhatul Ulama merupakan satu guru yang menunjukan kebersamaan dan persatuan.

Demikian dikatakan Imam saat menonton bareng Film Jejak Langkah 2 Ulama di salah satu bioskop di Margonda.

“Film ini menceritakan bagaimana kedua tokoh bangsa itu mulai menapaki langkah perjuangan, akan menjadi goal besarnya. Indonesia yakni, KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah dan KH Hasyim As’yari (Mbah Hasyim), pendiri NU,” tandasnya.

Rupanya, kata dia, kegigihan, kesabaran, dan perjuangan kedua tokoh Islam untuk menegakkan Islam dan menggelorakan semangat kebangsaan terwujud.

Perwakilan dari Muhammadiyah, Ali Wartadinata menambahkan, film ‘Jejak Langkah 2 Ulama’ adalah film yang layak untuk ditonton anak muda saat ini.

“Belajar dari masa lalu. Melihat perjuangan pemimpin di masa lalu. Sehingga mereka mengerti arah perjuangan ke depan. Kalau kita tidak melihat ke belakang maka tujuan kita tidak jelas,” ungkapnya.

Dia menambahkan, melalui kisah dua tokoh tersebut yakni KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari memiliki tujuan sama yakni kemaslahatan umat.

“Mudah-mudahan ini menjadi motivasi untuk kita. Bahwa tujuan kita, sesuai harapan para pendahulu,” harapnya.

Perwakilan Muslimat NU, Nursy menambahkan, film ini mengandung pesan bahwa melihat bukan perbedaannya.

“Justru persamaannya. Mudah-mudahan ini menjadi pemersatu. Khusunya di Kota Depok. Melalui film ini, bisa melihat bagaimana keikhlasan dua ulama besar itu berdakwah di tengah-tengah persoalan kebangsaan yang ada waktu itu,” tukasnya.

Sementara itu, sutradara Film Jejak 2 Ulama, Sigit Aryansyah mengungkapkan, film ini digarap dari kehidupan di jaman penjajahan, khususnya satu kelompok lokal di daerah Jawa yang bangkit melawan ketidakadilan.

“Saya menangkap selalu ada satu kelompok muslim yang bangkit ketidak adilan itu. Salah satunya dari Kiai Ahmad Dahlan dan Kiai Hasyim Ashari. Beliau bangkit dari lokal dan kita masih punya dari lokal lain seperti Ternate, Tidore yang akan kita filmkan,” pungkasnya. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here