Dinilai Cacat Hukum dan Melanggar AD/ART, Tim Shidiq Tak Akui Ketua Terpilih

191
Suasana Musda Lanjutan di luar Gedung Pemuda beberapa hari lalu

Margonda | jurnaldepok.id
Dua kubu saling mengklaim dan ngotot untuk memperebutkan kursi pimpinan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Depok melalui Musda IX.

Namun Musda IX lanjutan yang digelar di Gedung Pemuda, Kecamatan Sukmajaya, kembali gaduh dan tidak menghasilkan keputusan yang disepakati bersama. Bahkan video kegaduhan sidang Musda beredar luas ke masyarakat dan mendapatkan tanggapan negatif dari kalangan netizen.

Wakil Ketua OKP Gema Keadilan Kota Depok, Rohman Mulyana menyatakan penyelenggarakan lanjutan Musda IX DPD KNPI Kota Depok ilegal. Dia menyatakan panitia baik Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) telah melanggar beberapa tata tertib. Hal tersebut yang membuat para peserta geram dan menimbulkan kericuhan saat acara berlangsung.

“Musda KNPI IX Kota Depok deadlock, dikarenakan presidium sidang, OC dan SC tidak mendengarkan interupsi dari peserta sidang yaitu perwakilan OKP yang memiliki mandat dan suara. Akhirnya pimpinan sidang SC-OC meninggalkan tempat sidang tanpa ada kejelasan,” ujarnya yang merupakan tim pendukung Asshiidiq.

Dia mengungkapkan Musda tidak ada kejelasan dari panitia dan mendapat izin penggunaan tempat dari pihak keamanan hanya sampai pukul 16.00 WIB, Rabu (5/1)

“Kami menyatakan bahwa Musda KNPI ini illegal. Jadi kami nyatakan acara ini ilegal. Sementara panitia SC dan OC tidak meluncurkan rilis,” katanya.

Rohman juga menolak seluruh hasil Musda IX KNPI Kota Depok, salah satunya menolak ketua KNPI Kota Depok yang terpilih secara aklamasi, Army Mulyanto.

“Tidak sah, melanggar. Itu ilegal. Salah satu yang dilanggar pasal 26, bahwa aklamasi yang mereka lakukan sendiri melanggar pasal 2, bahwa keputusan yang dilakukan harus forum 50 plus 1,” jelasnya.

Pihaknya berharap KNPI Jawa Barat dapat mengambil alih musyawarah tersebut. Dia menilai panitia Musda KNPI Kota Depok melanggar lima pasal, di antaranya Pasal 8 dan 9.

“Harapan OKP acara ini di-caretaker KNPI Jawa Barat. Tapi saya pesimis melihat putusan Jawa Barat hanya diam,” ungkapnya.

Sementara itu Koordinator SC Musda KNPI Kota Depok, Ahmad Maulana merasa bersyukur bahwa Musda telah usai dan terpilih Army Mulyanto sebagai ketua umum dan ketua formatur DPD KNPI Kota Depok.

“Musda Pemuda DPD KNPI Kota Depok telah tuntas sampai Pleno IV, dengan sudah terbentuknya tim formatur dari unsur ketua terpilih, ketua demisioner, perwakilan MPI, perwakilan DPD KNPI Jawa Barat, unsur KNPI Kecamatan yakni PK KNPI Cilodong, unsur Perwakilan OKP sebanyak dua orang dari GPN dan GP Ansor,” terangnya.

Ia mengatakan, walaupun ada keributan hal itu merupakan dinamika organisasi.

“Mereka ribut setelah diketuk palu penetapan tim formatur DPD KNPI Kota Depok. Kita serahkan semua kepada tim formatur untuk pembentukan kepengurusan DPD KNPI Kota Depok. Sekarang saatnya Pemuda Kota Depok Bersatu, menjadi energy of harmony,” katanya.

Ketua KNPI Kota Depok terpilih, Army Mulyanto, mengatakan, dirinya hanya menjalankan keputusan dari hasil Musda IX yang diselenggarakan di Kinasih Resort, Tapos, Depok pada 21 Desember lalu.

“Saya ini kan kandidat, calon, dan saya pemenang terpilih. Seandainya itu tidak memenuhi kriteria, pasti ada konsekuensi dan tanggungjawab dan beban dari SC. Kalau ditanya sebagai pemenang terpilih saya kira sangat sesuai dengan aturan,” tanggapnya.

Ia menambahkan, sebagai ketua terpilih, dirinya sedang membentuk tim formatur. Ia diberikan tenggat waktu selama 30 hari.

“Saat Musda kemarin diketuk palu aklamasi dan skorsing. Masuk ke agenda formatur, pada pleno V berdasarkan agenda Musda itu pelantikan,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here