Agar ASN Tak Terjerat Kasus Korupsi, Kajari Depok Perketat Pengawasan Penggunaan APBD

167
Sri Kuncoro

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Kepala Kejaksaan Negeri Depok, Sri Kuncoro optimistis perekonomian Kota Depok pada tahun 2022 ini akan mampu tumbuh lebih baik dari pada tahun sebelumnya.

“Harapan untuk tahun 2022 ini Insya Allah (pertumbuhan ekonomi,red) lebih baik,” ujar Kuncoro dalam keterangan resminya, Rabu (05/01).

Dikatakannya, dalam rangka mendukung upaya Pemerintah Kota Depok dalam meningkatkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir, Kejari Depok telah menyusun rencana kerja terkait peningkatkan dukungan dalam program penanganan Covid-19 maupun program pemulihan ekonomi nasional.

“Kami lakukan melalui kegiatan pendampingan, pengawasan dan kegiatan lainnya yang berorientasi pada pencegahan serta melaksanakan penegakan hukum yang berorientasi dan fokus kepada kejahatan yang merugikan perekonomian negara sebagaimana Program Prioritas Kejaksaan Tahun 2022,” paparnya.

Sesuai dengan tugas pokok dan kewenangan yang dimiliki oleh Kejaksaan, pihaknya sebagai institusi penegak hukum yang ada di daerah juga akan turut mengawasi terkait penggunaan anggaran agar tidak terjadi penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang yang berpotensi merugikan keuangan maupun perekonomian negara.

“Terkait dengan tugas pengawasan tersebut, tentunya kami tidak hanya fokus pada upaya penindakan semata, tapi kami akan lebih mengoptimalkan pada program pencegahan, sehingga penggunaan keuangan daerah dapat lebih efisien, efektif dan akuntabel,” jelasnya.

Dengan begitu, kata dia, program pencegahan akan lebih diprioritaskan, dimana jika sudah diingatkan tapi masih tetap bandel melakukan penyimpangan, maka akan dilakukan upaya penindakan secara proporsional dan profesional.

Kuncoro menuturkan, bahwa dalam upaya pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi guna mendukung pemulihan ekonomi nasional di tahun 2022 ini, selain melakukan pendampingan melalui Jaksa Pengacara Negara sebagaimana yang telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini juga akan ada terobosan terkait upaya pencegahan dengan melakukan inovasi melalui bidang intelijen.

“Kami optimalkan kegiatan penyuluhan/penerangan hukum yang sebelumnya dengan metode hanya satu arah, selanjutnya akan diganti dengan metode kelompok diskusi terarah atau dikenal sebagai Focus Group Discussion (FGD),” terangnya.

Dengan kegiatan FGD ini, kata dia, diharapkan akan memberikan kemudahan dan peluang untuk menjalin keterbukaan, kepercayaan, dan memahami persepsi, sikap, serta pengalaman yang dimiliki oleh teman-teman perangkat daerah, sehingga secara sistematis dan terarah mengenai suatu isu atau masalah dalam penggunaan keuangan daerah dapat didiskusikan dan dicarikan alternatif solusinya sesuai ketentuan yang berlaku.

Kuncoro juga berharap, melalui FGD ini dapat meningkatkan pemahaman hukum teman-teman ASN dalam mengelola keuangan daerah, yang mana kegiatan ini akan dilakukan secara tatap muka langsung dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan maupun secara virtual dengan sarana teknologi zoom meeting.

Lebih lanjut ia mengatakan, pada tahun 2022 ini sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan terutama untuk lebih mendekatkan Kejaksaan dengan pihak-pihak yang membutuhkan pelayanan, maka pihaknya telah mengoperasionalkan Kantor Jaksa Pengacara Negara dan Pos Pelayanan Hukum Terpadu yang berada di Gedung Dibaleka Balaikota Depok.

“Disana telah kami buatkan jadwal piket Jaksa yang siap untuk memberikan pelayanan hukum kepada pemerintah daerah dan masyarakat umum, sehingga seluruh kegiatan pemerintahan maupun perekonomian di Kota Depok pada tahun 2022 akan meningkat sesuai harapan kita untuk mewujudkan Kota Depok yang Maju, Berbudaya dan Sejahtera,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here