Kurang Syarat Formil dan Materiil, Berkas Kasus Asusila Dibalikin Kejaksaan

91
Andi Rio Rahmat

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Kejaksaan Negeri Depok melakukan P-19 atau pengembalian berkas perkara untuk dilengkapi terkait kasus pencabulan oleh oknum guru ngaji kepada Polres Metro Depok.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok, Andi Rio Rahmatu mengatakan, pengembalian berkas itu dilakukan pada, Kamis 30 Desember 2021 dengan alasan ada kekurangan syarat formil dan materiil dalam berkas perkara.

“Ya, Jaksa Peneliti yang dipimpin langsung oleh Pak Kajari, Sri Kuncoro beserta tim sudah memberikan beberapa petunjuk untuk dilengkapi oleh penyidik, baik kelengkapan formil serta kekurangan materil guna melengkapai pasal yang disangkakan,” ujarnya, kemarin.

Rio menambahkan, Jaksa Peneliti juga sudah langsung berkoordinasi dengan penyidik terkait dengan kekurangan formil dan materil tersebut dan tidak ada kendala penyidik dalam melengkapi kekurangan yang diminta Jaksa tersebut.

Lebih lanjut Rio mengatakan, Kejaksaan Negeri Depok menaruh perhatian serius terhadap kasus dugaan pencabulan ini dengan membentuk Tim Jaksa Peneliti dengan Sri Kuncoro selaku Kepala Kejari Depok turun langsung menjadi ketua tim bersama dengan tiga orang jaksa.

Seperti diketahui, peristiwa pencabulan oknum yang mengaku guru ngaji ini terungkap atas dasar laporan orang tua murid yang mengaku anaknya trauma karena kerap dilecehkan oleh tersangka MMS (52) di majelis taklim di kawasan Kecamatan Beji.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar, E Zulpan mengatakan, aksi cabul oknum guru ngaji di Depok itu dilakukan sejak Oktober 2021 hingga Desember 2021.

“Korbannya merupakan murid mengaji pelaku yang rata-rata berusia 10-15 tahun,” katanya.

Pelaku lantas diamankan pada tanggal 13 Desember 2021 dan terancam dijerat dengan pasal 76 juncto Pasal 82 tentang perlindungan anak, hingga pasal 64 KUHP dengan ancaman pidana paling sedikit 5 tahun.

Pemerintah Kota Depok bergerak cepat menangani kasus kejahatan seksual terhadap anak di wilayah Kecamatan Beji.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, pihaknya sejak Minggu (12/12) malam, bersama DPAPMK telah melakukan pendampingan korban kejahatan seksual yang dilakukan oleh oknum guru ngaji ke Polres Metro Depok.

“Sampai Polres mengarahkan untuk melakukan visum ke Rumah Sakit Polri hingga Rabu (15/12). Kami terus berkoordinasi dengan pihak polres terkait kasus ini termasuk hasil visumnya seperti apa. Kami terus memberikan pendampingan kepada korban dan keluarga, kami dampingi mereka dengan trauma healing, termasuk orang tua dan keluarga korban,” ujar Idris saat menggelar konfrensi pers di Balaikota Depok, Jumat (17/12).

Ia menambahkan, tak hanya membantu dalam hal psikologis anak dan keluarga, pihaknya juga akan memberikan bantuan hukum kepada mereka ketika nanti telah masuk dalam proses pengadilan.

“Kami berharap kejadian ini tidak terulang kembali dan harus menjadi pelajaran bagi kita semua di dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat khususnya,” paparnya.

Ditegaskan Idris, bahwa peristiwa tersebut terjadi bukan di lembaga pendidikan formal maupun non formal. Namun, kata dia, peristiwa itu terjadi di salah satu tempat yang difasilitasi oleh pengepul sampah di wilayah Beji.

“Memang tidak ada izin, hanya inisiatif pemilik tanah. Ini bukan tempat pendidikan formal maupun non formal seperti PAUD atau TPA. Ini pelajaran bagi kita semua bahwa kita harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here