Peristiwa Kecelakaan Lalu Lintas Menurun di 2021, Tapi Jumlah Korban Meninggal Meningkat

38
Aparat kepolisian saat mensosialisasikan operasi zebra kepada pengguna jalan

Margonda | jurnaldepok.id
Satuan Lalu Lintas mencatat ada 460 kasus kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun 2021. Jumlah tersebut diklaim relatif menurun dibandingkan pada tahun sebelumnya.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar mengatakan, meski tak signifikan, namun jumlah ini menurun delapan kasus dibandingkan tahun 2020 silam yang tercatat sebanyak 468 kasus.

“Situasi Kamtibmas dibidang lalu lintas dapat saya jelaskan bahwa di tahun 2020 sebanyak 468 kasus, dan tahun 2021 ada 460 kasus,” ujarnya.

Dari ratusan kecelakaan sepanjang tahun 2021, sebanyak tujuh orang meninggal dunia, 171 korban luka berat dan 349 lainnya luka ringan.

Jumlah korban meninggal tahun ini pun meningkat dibandingkan tahun 2020, yang berjumlah sebanyak lima orang.

“Tahun 2020 korban meninggal lima orang, luka berat 183 orang dan luka ringan sebanyak 385 orang,” jelasnya.

Sebelumnya, pada November lalau Satlantas Polres Metro Depok juga menggelar Operasi Zebra guna menciptakan kemanan berlalu lintas.

Kasat Lantas Polres Metro Depok, Kompol Jhoni Eka Putra mengatakan, pelaksanaan hari pertama Operasi Zebra Jaya 2021, Anggota Satlantas Polres Metro Depok berhasil melakukan penindakan pelanggaran sebanyak 54 tilang.

“Pelanggaran yang ditindak oleh anggota dalam sehari pelaksanaan Operasi Zebra 2021 yang dimulai, Senin (15/11) lebih kecil jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” ujarnya, kemarin.

Dikatakannya, perbandingan angka penindakan pelanggaran untuk Operasi Zebra 2021 di hari pertama pelaksanaan tercatat hanya 54 tilang dengan barang bukti STNK ada 23 dan SIM 31.

“Angka ini lebih kecil ketimbang pelaksanaan Operasi Zebra Jaya 2020, hari pertama saat itu mencapai 861 tilang. Sedangkan untuk teguran tahun ini lebih banyak ada 67 dibandingkan dengan tahun sebelumnya hanya 13. Untuk pelanggaran penggunaan knalpot bising ada lima kendaraan,” tuturnya.

Jhoni menuturkan, pelaksanaan Operasi Zebra Jaya 2021 berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini operasi dilakukan tanpa razia secara langsung karena berpotensi menimbulkan kerumunan di tengah pandemi Covid-19.

“Sejumlah pelanggaran menjadi perhatian polisi dalam operasi kali ini, antara lain penggunaan sirene atau rotator yang tidak pada tempatnya, pengguna knalpot bising hingga balap liar,” ungkapnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here