Paska Ditetapkan jadi Tersangka, AS dan Pegawai Damkar Diduga Menghilang

335
Inilah sepatu PDL yang menjadi salah satu kasus pengadaan di Damkar

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Mantan Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, AS dan A pegawai Damkar diduga mengilang paska ditetapkan menjadi tersangka oleh Kejaksaan Negeri Kota Depok. Kedua nama tersebut ditetapkan tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi.

Berdasarkan pemantauan, AS saat ini masih menjadi ASN Pemkot Depok yang berdinas di Sekretariat DPRD Kota Depok.

Saat ditelusuri, AS tidak ada di kantor DPRD saat kegiatan paripurna akhir tahun DPRD Kota Depok, Jumat (31/12). Sementara itu tersangka kedua yakni A, yang juga masih menjadi Bendahara Damkar juga terlihat tidak ada dikantornya.

“Engak ada, engak tau belum kelihatan,”kata salah satu petugas Damkar Kota Depok yang namanya enggan disebutkan.

Diberitakan sebelumnya, AS mantan Sekdis dan satu pegawai Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok ditetapkan jadi tersangka kasus dugaan korupsi.

“Kemarin kami sudah menetapkan dua tersangka terkait kasus korupsi di Dinas Damkar Depok,” ujar Kepala Kejari Depok, Sri Kuncoro dalam kegiatan kinerja Kejaksaan Depok tahun 2021, Kamis (30/12).

Ia menjelaskan, Kejari Depok telah berjanji pada akhir September kemarin akan meningkatkan status penyidikannya untuk dua klaster pada kasus tersebut.

“Klaster pertama, terkait dengan perkara tipikor belanja seragam PDL dan sepatu PDL tahun anggaran 2017/2018,” paparnya.

Dalam perkara itu, Sri menjelaskan, yang menjadi tersangka adalah berinisial AS. Saat kejadian, yang bersangkutan bertindak sebagai pejabat pembuat komitmen.

“Dia itu perannya dalam urusan pengadaan barang dan jasa, saat itu yang bersangkutan menjabat sebagai PPK. Adapun sebagai ASN nya, yang bersangkutan menjabat sebagai sekretaris Dinas Damkar Depok, atau mantannya. Tapi pada saat kejadian dia menjabat sebagai sekretaris dinas,” jelasnya.

Sri menegaskan, dalam waktu dekat, mungkin akan ada penambahan tersangka kembali.

“Karena kami sedang mendalami alat bukti lagi terkait dengan perkara pengadaan PDL ini,” tuturnya.

Jadi, kata dia, sementara ini memang yang diminta sebagai pertanggungjawaban khusus untuk pemotongan itu adalah satu orang yaitu bendahara pengeluaran pembantu.

“Sementara ini belum terlihat walaupun nanti mungkin saja baru bernyanyi kesana kemari. Itu terkait dengan Pidsus (pidana khusus) bahwa kami sudah menetapkan dua orang tersangka,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here