Wih Keren…Libatkan Pembangunan, DPAPMK Gelar Musrenbang Khusus untuk Anak

48
Suasana Musrenbang anak yang digelar DPAPMK

Laporan: Aji Hendro
Dalam upaya mewujudkan hak anak, Forum Anak Kota Depok menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Anak Kota Depok Tahun 2021 dengan tema ‘Ngariung with Forambing’.

Kepala Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Kota Depok, Nessi Annisa Handari kepada wartawan mengatakan, acara ini digelar agar anak-anak juga turut berpartisipasi dalam pembangunan di Kota Depok.

Menurut Nessi, di Musrenbang Anak ini, mereka merumuskan isu dan problematika dunia anak yang harus dilawan, ditolak dan diperangi.

“Nantinya, hasil perumusan akan menjadi usulan skala prioritas anak-anak di Musrenbang kelurahan, kecamatan hingga kota. Penyelenggaraan Musrenbang Anak adalah salah satu bentuk nyata dari pemerintah dalam mewujudkan hak-hak anak. Tentunya aspirasi tersebut harus dilakukan pendampingan sebagai pengawalan usulan program terealisasi, sehingga tidak sebatas formalitas,” ujar Nessi.

Nessi menambahkan, terdapat beberapa isu yang dapat diangkat. Seperti tingginya angka perkawinan anak, angka drop out (DO) dari sekolah, menghapus trafficking dan eksploitasi anak-anak, penelantaran anak, serta kekerasan terhadap anak-anak, baik fisik maupun verbal dan kasus anak lainnya.

Selain itu, pengurangan kriminalitas anak dan perlindungan anak yang berhadapan dengan hukum, penurunan kematian anak-anak dan stunting, serta pencegahan anak-anak yang terpapar narkoba.

“Jangan lupa, dalam perumusannya juga harus menjangkau anak-anak disabilitas dan anak berkebutuhan khusus (ABK). Dimana dari forum tersebut ada salah satu peserta yang mengajukan adanya penambahan Sekolah Luar Biasa Negeri di Kota Depok,” paparnya.

Termasuk, kata dia, anak-anak jalanan yang menjadi masalah sosial di masyarakat.

“Upaya-upaya yang dapat dilakukan kampanye. Seperti kampanye stop pernikahan anak-anak di bawah usia 18 tahun, stop pergaulan bebas dan suskseskan wajib belajar 12 tahun,”katanya.

Nessi menambahkan sebenarnya kegiatan ini sudah dimulai tahun 2020.

“Betul-betul sudah masuk dalam perencanaan pembangunan, jadi rangkaian yang dilakukan Bappeda dapat apresiasi dari Pak Wali Kota. Buktikan kepada masyarakat bahwa anak Depok bisa jadi yg terdepan ketika menyuarakan aspirasinya. Disini buka ruang mereka apa yang diinginkan untuk mereka, bisa dilakukan untuk bantu anak-anak Depok. Mudah-mudahan hasilnya bisa bermanfaat untuk anak Depok,” ungkapnya.

Di lokasi sama, Bunda Forum Anak Kota Depok, Hj Elly Farida mengapresiasi kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Anak Kota Depok tahun 2021.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu wujud pemenuhan hak anak melalui ide-ide atau aspirasi yang disampaikan melalui wadah tersebut.

“Saya sangat apresiasi apa yang dilakukan DPAPMK dan Bappeda telah menggelar Musrenbang Forum Anak, ini tahun kedua anak-anak menyuarakan aspirasinya,” tandasnya.

Bunda Elly berharap, berbagai ide-ide yang muncul dalam Musrenbang Anak dapat menjadi daya dukung untuk pembangunan di Kota Depok.

Dia menambahkan, hasil dari Musrenbang ini akan diajukan ke Musrenbang tingkat kota oleh Badan Perencanaan Pembangunan dan Pengembangan Penelitian Daerah (Bappeda) Kota Depok.

Dikatakannya, semua anggota Forum Anak dari tingkat kelurahan, kecamatan, sampai kota sudah menjalankan tugas pokoknya yaitu sebagai pelopor dan pelapor.

Dirinya berharap, anak-anak di Kota Depok dapat menjadi teladan untuk lingkungan sekitarnya.

“Kami sangat bangga kepada anak-anak Kota Depok yang telah menyuarakan aspirasi kebutuhan mereka dalam Musrenbang Forum Anak,” pungkasnya. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here