Sekolah Islam Al-Hamidiyah Gelar Vaksinasi Ceria untuk Ratusan Anak Usia 6-11 Tahun

55

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Yayasan Islam Al-Hamidiyah (YIH) menggelar program vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun, kegiatan tersebut mengusung tema “Vaksinasi Ceria”.

Acara vaksinasi massal ini diselenggarakan melalui kerjasama UPTD Puskesmas Rangkapan Jaya dalam rangka percepatan vaksinasi.

“Vaksinasi anak ini bertujuan untuk  mencegah tertularnya anak dari Covid-19 yang otomatis melindungi lingkungan keluarga  dan menurunkan angka kematian akibat Covid-19,” ujar dr. H. Imam Susanto Sjaichu, Sp. Bp. Rek, Direktur Utama Yayasan Islam Al-Hamidiyah, Jumat (24/12).

Selain itu, kata dia, vaksinasi merupakan salah satu syarat untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka dalam kegiatan pembelajaran di masa pandemi.

“Seperti diketahui, para siswa SDIT Al-Hamidiyah pada saat ini sudah memulai pembelajaran tatap muka terbatas,” paparnya.

Dikatakannya, peserta yang mendaftar vaksin yaitu sekitar 629 anak mulai dari tingkat pendidikan TK B, TPQ, SDIT, dan SMPI Al-Hamidiyah.

Para peserta wajib mengikuti alur vaksinasi yang telah ditetapkan oleh Yayasan Islam Al-Hamidiyah, mulai dari melakukan registrasi, proses screening, penyuntikan vaksin hingga observasi setelah selesai disuntikannya vaksin.

“Selama berada di lingkungan Sekolah Al-Hamidiyah, semua orang wajib menjalankan protokol kesehatan yang telah ditentukan,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga memberikan sosialisasi kepada orang tua murid terkait jam kedatangan.

“Kami lakukan beberapa gelombang. Karena begitu banyak kerumunan juga tidak boleh, untuk menghindari kerumunan kami bagi giliran dan acara vaksinasi ini harus selesai sekitar jam 2 siang,” ungkapnya

Menurutnya, vaksin merupakan hal yang penting guna mencegah penyebaran mata rantai Covid-19.

“Kami selalu menjaga prokes, menyediakan sarana dan prasarana. Pesantren Al-Hamidiyah mendapat juara sebagai Pesantren Ramah Anak dari Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok.  Alhamdulillah, sampai saat ini di tempat kani belum pernah ada yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19,”katanya.

Hal senada diutarakan Ketua Satgas Covid-19 Al-Hamidiyah, dr. Farida Sjaichu, Sp. Ak.

Menurutnya, kegiatan vaksinasi bagi anak berjalan lancar. Dalam mensukseskan vaksinasi pihaknya juga telah melakukan sosialisasi kepada wali murid.  Sehingga pada saat vaksin, anak-anak didampingi langsung oleh orang tua.

“Sosialisasi tentang vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun telah kami  lakukan sebelumnya kepada wali murid. Disamping itu, upaya untuk menjaga kesehatan dan pencegahan dari covid-19,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, orang tua siswa mendukung dan memberikan respon positif atas program vaksinasi anak yang dilakukan oleh pihak sekolah.

Salah satu  orang tua siswa SDIT Al-Hamidiyah kelas 3 dan kelas 6,  Ade mendukung kegiatan vaksin.

“Prinsipnya saya setuju.  Karena vaksin itu sebagai bentuk ikhtiar kita untuk membentengi anak-anak  dari Covid-19. Sebagai dasar agar  memiliki kekebalan tubuh,” ungkapnya.

Sebelumnya, Al-Hamidiyah juga telah melakukan vaksinasi bagi para santri. Dalam proses pembelajaran dengan menjalankan prokes secara ketat.

Mulai dari sarana seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer, bagi guru yang mengajar harus dilakukan tes swab terlebih dahulu.

Dengan kata lain, pesantren tertutup bagi orang dari luar dan santri yang mukim tetap menjaga prokes.

Selanjutnya, menyikapi munculnya jenis virus baru yaitu Omicorn  Yayasan Islam  Al-Hamidiyah mengambil langkah-langkah preventif terbaik antara lain memberlakukan syarat peserta didik harus sudah divaksin dan harus tetap menjalankan prokes kesehatan selama proses pembelajaran berlangsung.

Selain itu, Al-Hamidiyah juga bertanggung jawab dalam penyediaan sarana kebersihan dan kesehatan yang memadai.

Kegiatan pembelajaran hybrid Al-Hamidiyah dilengkapi dengan sarana dan teknologi memadai dengan pembelajaran tatap muka masih 50 persen.

Vaksinasi yang digelar pihak yayasan sebagi usaha menjaga kesehatan sehingga proses belajar mengajar bisa berjalan dengan baik dan agar ke depannya bisa 100 persen tatap muka. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here