Tengah Malam Musda KNPI Ricuh, Ternyata Begini Kronologisnya

497
Suasana ricuh saat Musda KNPI

Tapos | jurnaldepok.id
Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Depok IX yang berlangsung di Wisma Kinasih, Kecamatan Tapos, berlangsung ricuh, pada Rabu (22/1) dinihari.

Kericuhan terjadi saat pimpinan sidang yang dinilai tidak aspiratif terhadap intrupsi dan usulan peserta Musda. Pada awalnya Musda KNPI yang diikuti oleh 63 OKP se Kota Depok dan 11 PK KNPI Kecamatan serta 11 Peninjau ini berlangsung lancar dan kondusif.

Selesai acara pembukaan,Musda dilanjutkan dengan sidang-sidang pleno antara lain mengesahkan tatib, memilih pimpinan sidang, mendengarkan Laporan Pertanggungjawaban pengurus lama, membentuk komisi-komisi program kerja, memilih ketua baru dan menyusun Formatur.

Semula acara tersebut berlangsung lancar, namun ketika memasuki sidang memilih ketua baru terjadilah kekisruhan.

Diawali oleh Stering Comite (SC) yang melaporkan pada pimpinan sidang bahwa ada empat kandidat yang mendaftar, yakni Eric Yansen, Ass-Shidhiq, Indra Pranata, dan Army Mulyanto, dengan masing-masing calon mendapat dukungan sejumlah pengurus PK KNPI kecamatan dan OKP sebagai salah satu syarat pendaftaran.

Namun SC diduga dengan cara sepihak mengeliminasi tiga calon dan hanya meloloskan Army dengan alasan calon lain tidak cukup dukungan dan ada dukungan ganda, tetapi tidak dijelaskan yang mana yang dukungan ganda. Selain itu, ketika peserta sidang menanyakan tidak digubris, malah dengan serta merta pimpinan sidang langsung mengesahkan calon tunggal dan menyatakan aklamasi.

“Interupsi yang dilakukan peserta terhadap ketuk palu yang dilakukan pimpinan sidang juga diabaikan, ini tidak benar,” ujar ketua PK Beji, Waffa Alhasanah.

“Intrupsi pimpinan sidang, saya tidak setuju, jangan main ketuk palu saja,” tegasnya lagi.

Namun pimpinan sidang tidak menggubrisnya. Begitupun intrupsi yang dilakukan oleh OKP Gemapsi dan OKP Gema Keadilan tidak digubris oleh pimpinan sidang.

Yang lebih parah lagi, waktu penentuan calon ketua ini, banyak peserta sidang yang belum masuk ruangan, karena memang habis istirahat sehingga yang ada dalam ruangan belum mencapai korum.

Hal inilah yang mengakibatkan peserta sidang yang masih di luar merangsek masuk dan terjadilah kekisruhan itu sehingga OC, SC dan pimpinan sidang keluar ruangan dan tidak melanjutkan agenda Musda.

Kejadian ini disikapi tegas oleh 43 OKP peserta Musda,dikarenakan sidang-sidang Lanjutan belum terlaksana maka 43 OKP tersebut bersepakat untuk melanjutkan Musda pada hari ini Rabu 22 Desember ditempat yang sama dimulai pukul 13.00 Wib.

“Saya sangat sesalkan kejadian ini, OC dan SC serta pimpinan sidang harus bertanggung jawab, dan Musda kami anggap belum selesai,” ungkap Faulia Miranda, Ketua PK Cipayung.

Musda dibuka oleh Ketua DPD KNPI Jawa Barat dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Perwakilan Dandim dan Polres Depok serta sejumlah Undangan Lainnya.

Dalam Sambutannya Kadisporyata yang hadir mewakili Pemkot Depok berharap Musda menghasilkan program-program yang inovatif bagi kemajuan pemuda.

“Selamat melaksanakan Musda untuk KNPI Depok, dan atas nama pemerintah kami haturkan terimakasih kepada ketua KNPI periode 2017-2021 beserta jajaran yang telah menjalankan tugas dengan baik, semoga periode berikutnya lebih baik lagi,” ucap H. Dadan Rustandi, Kepala Disporyata Kota Depok.

Hingga berita ini ditulis, penyelenggaraan Musda KNPI masih berlangsung. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here