Pelaku Pencabulan Terhadap 10 Anak, Ujung-ujungnya Ngaku Khilaf

69
Inilah pelaku pencabulan terhadap anak-anak ketika diamankan di Polres Metro Depok

Margonda | jurnaldepok.id
MMS, oknum guru ngaji yang melakukan asusila terhadap anak didiknya mengaku khilaf.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno, saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, Polisi terus menggali keterangan dari oknum guru ngaji berinisial MMS (52) yang nekat mencabuli sejumlah muridnya di Kota Depok.

“Sampai saat ini mengakunya khilaf,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno, Rabu (15/12).

Yogen mengatakan, selama pemeriksaan pelaku bisa bersikap kooperatif dan menjawab semua pertanyaan yang diberikan penyidik.

“Dilihat secara kasat mata normal menjawab, mengakui segala macam, saya pikir orang ini normal,”katanya.

Lebih lanjut Yogen mengatakan, pelaku belum sampai memaksa korban untuk berhubungan badan.

“Tidak sampai (berhubungan badan), mungkin karena korban masih kecil jadi tidak sampai di setubuhi,” jelasnya.

Penyidik dari Polres Metro Depok mengamankan celana dalam, baju gamis warna pink, jilbab warna putih, kaos dalam dan bambu.

Dia mengatakan, penyidik tengah melakukan pendalaman untuk menelusuri korban cabul oknum guru ngaji di majlis taklim di wilayah Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan mensinyalir ada santri lainnya yang menjadi korban kebiadaban MMS.

“Sejauh ini sudah 10 korban yang datang melapor. Kemungkinan korban bisa bertambah nantinya. Atas perbuatanya,” jelasnya.

Pelaku dijerat Pasal76 juncto Pasal 82 tentang Perlindungan Anak. Pelaku juga dijerat Pasal 64 KUHP terancam hukuman penjara paling sedikit lima tahun, dan paling lama 15 tahun dengan denda paling banyak Rp 5 miliar

Sebelumnya warga menggerebek salah satu majelis taklim di Kecamatan Beji karena oknum guru ngaji MMS diduga melakukan aksi asusila terhadap anak didiknya.

Berdasarkan informasi di lapangan, aksi masyarakat menggerebek majelis taklim karena ada laporan salah satu siswa yang mengaku mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari MMS.

“Ada salah satu anak lapor kepada orang tuanya lalu diinfokan lagi ke warga lainnya, lalu warga melakukan penggerebekan terhadap majelis taklim tersebut,”kata salah satu warga yang enggan menyebutkan namanya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here