Awas! Tertipu di Hari Belanja Online Nasional, Jangan Tergiur Diskon Besar

81
ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
Menjelang akhir tahun masyarakat Indonesia siap menyambut gelaran acara Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), dimana para merchant e-commerce berlomba-lomba menawarkan diskon besar-besaran.

BPKN-RI berharap penyelenggaraan Harbolnas dapat memberi efek positif pada perekonomian nasional.

“Harbolnas diharapkan tidak hanya mendorong peningkatan penjualan produk dalam negeri, tetapi juga dapat menggerakkan sektor lainnya seperti transportasi dan logistik, sehingga memberikan dampak lebih besar bagi ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Heru Sutadi, Anggota Komisi Komunikasi dan Edukasi BPKN-RI.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar pada momentum Harbolnas ini lebih berhati-hati ketika berbelanja daring.

“Jangan mudah tergiur dengan berbagai “gimmcik” atau iming-iming diskon besar, cashback dan promo lainya. Konsumen juga harus lebih bijak dalam berbelanja. Berbelanjalah berdasarkan kebutuhan bukan keinginan,” katanya.

Heru menjelaskan, hingga awal Desember 2021 BPKN-RI mencatat terdapat 3.177 pengaduan dan 481 pengaduannya berasal pada sektor e-commerce.

“Dari jumlah tersebut, pengaduan terkait sektor e-commerce merupakan tertinggi kedua terbesar setelah pengaduan sektor jasa keuangan yang masuk di BPKN-RI,” jelasnya.

Heru menambahkan, melihat jumlah pengaduan terkait e-commerce yang cukup tinggi, BPKN-RI menghimbau agar konsumen memperhatikan hal hal berikut sebelum berbelanja secara online agar terhindar dari kerugian maupun tindak kejahatan pada belanja online.

“Pertama, belanjalah berdasarkan kebutuhan bukan keinginan. Kemudian, pilih situs belanja online yang terpercaya. Konsumen juga harus menghindari penawaran yang tidak masuk akal. Jangan lupa juga untuk berhati-hati dengan kejahatan cyber. Dan pastinya, pastikan platform e-commerce memiliki mekanisme pengaduan yang jelas,” imabaunya.

Ia juga meminta masyarakat agar tidak sungkan komplain bilamana barang yang diterima tidak sesuai pesanan.

“Baiknya divideokan dari awal paket dibuka sehingga ada bukti jika produk dikembalikan karena cacat, salah ukuran, maupun tidak sesuai pesanan,” katanya.

Hal senada disampaikan Haris Munandar, Ketua Komisi Kerjasama dan Kelembagaan BPKN-RI. Harbolnas 12.12 berpeluang menjadi kontributor kenaikan penjualan perdagangan elektronik pada kuartal IV/2021.

“Untuk itu, pelaku usaha selain memanfaatkan peluang berjualan di Harbolnas, juga harus memperhatikan kewajiban untuk memberikan produk berkualitas, informasi yang lengkap dan akurat mengenai produk serta diskon, termasuk mengganti produk bilamana cacat, salah ukuran ataupun tidak sesuai pesanan konsumen,” tandasnya.

Hal itu, kata dia, agar Halbolnas kali menjadi Harbolnas yang lebih baik daripada tahun lalu dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi melalui konsumsi masyarakat. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here