Dilanjut Atau Tidak, Ganjil Genap Margonda Sedang Dievaluasi dan Dikaji Ulang

78
Terlihat Anggota Satlantas saat mengatur lalin di Jalan Margonda terkait ganjil genap

Margonda | jurnaldepok.id
Ujicoba pelaksanaan penerapan Ganjil Genap (Gage) di Jalan Margonda pada setiap akhir pekan masih dilakukan selama satu bulan.

“Untuk dilanjutkan atau tidak, nanti akan kami lakukan evaluasi dan kajian ulang, efek dari penerapan ganjil genap dapat mengulangi pembatasan mobilitas atau tidak,” ujar Kasat Lantas Polres Metro Depok, Kompol Jhoni Eka Putra, kemarin.

Dia menambahkan, pemberlakuan sistem gage khusus pengguna kendaraan pribadi di Jalan Margonda pada hari weekend, terbukti dapat menurunkan volume kendaraan.

Dia mengatakan, dari pendataan penjumlahan volume kendaraan sebelum diterapkan ganjil genap pada Sabtu (20/11) kendaraan roda dua ada 40.629, roda empat 15.424, truk dan kendaraan barang 1.181 jumlah 55.974 kendaraan. Sedangkan, Minggu (21/11) untuk kendaraan roda dua ada 33.863, kendaraan roda empat ada 15.829, dan truk serta kendaraan barang ada 1.046 dengan jumlah 55.974 kendaraan.

“Setelah diberlakukan ganjil genap pada Sabtu dan Minggu tercatat mengulangi jumlah kendaraan yang melintas di Jalan Raya Margonda yaitu untuk roda empat ada 10.957, angkutan makanan dan truk 608, dan terjadi peningkatan kendaraan roda dua ada di 44.409 dengan jumlah kendaraan mencapai 55.974 unit kendaraan, ” paparnya.

Dia menuturkan terjadi peningkatan pada kendaraan roda dua lantaran masyarakat tahu pada hari wekend mulai diberlakukan ganjil genap.

“Penerapan ganjil genap pada weekend di Jalan Margonda masih dalam tahap uji coba. Sehingga diharapkan dalam pelaksanaannya dapat mengurangi pembatasan mobilitas masyarakat Kota Depok dalam masa pembatasan PPKM di masa pandemi Covid-19, “katanya.

Terkait masalah kemacetan, Jhoni mengungkapkan penyebabnya adalah warga Depok masih kaget saat kepolisian mulai memberlakukan gage.

“Pada waktu penerapan gage di hari pertama kemarin kemacetan terjadi dan kendaraan yang tidak mengikuti anjuran di saat hari itu ganjil atau genap langsung petugas mengarahkan kendaraan ke dalam Kota,” jelasnya.

Sehingga, kata dia, ada kemungkinan para pengendara banyak yang mencari jalan tikus atau alternatif.

“Kami meminta kepada masyarakat untuk dapat membiasakan diri mulai weekend di jalur khusus seperti Margonda akan diberlakukan ganjil genap dan dapat menggunakan kendaraan angkutan umum antisipasi mengurangi kepadatan kendaraan di Sabtu dan Minggu,” tuturnya.

Berdasarkan catatan kendaraan bermotor yang keluar di waktu penerapan ganjil genap pada Sabtu (4/12/2021) yaitu kendaraan roda dua ada 44.409, roda empat ada 10.958, dan truk ada 608 jumlah ada 55.974 unit kendaraan.

“Untuk dirata-ratakan pada Sabtu (20/11/2021) kendaraan roda dua mencapai 68,99 persen, kendaraan roda empat ada 28,95 persen dan truk 2,06 persen. Setelah diberlakukan gage ada penurunan jumlah kendaraan untuk mobil ada 19.58 persen, roda dua 79,34 persen dan truk 1,08 persen,” ungkapnya.

Dia menambahkan hasil uji coba ganjil genap ini pada akhir bulan akan ada pengkajian ulang dengan beberapa stakeholder terkait.

Senada itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Eko Herwiyanto mengatakan, pihaknya juga akan melakukan evaluasi di beberapa sektor.

“Evaluasi kami lebih kepada kinerja jalan baik kecepatan rata-rata, waktu tempuh rata-rata dan jarak antrean,” tandasnya.

Adapun dampak gage di jalan pendukung, pihaknya akan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk perluasan dan sebagainya.

“Kalau untuk pengaturan lalulintasnya, tentu kami akan berkoordinasi dengan Satlantas Polres Metro Depok dan menempatkan personel Dishub di lapangan, termasuk memaksimalkan sosialisasi,” pungkasnya. n Aji Hendro | Rahmat T

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here