Debit Air Kali Cabang Barat Meningkat, Warga Panmas & Limo Diminta Waspada

37
Terlihat kondisi debit air di KCB yang mengalami peningkatan

Limo | jurnaldepok.id
Warga disejajar aliran kali cabang barat diwilayah Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas dan warga diKelurahan Grogol dan Krukut, Kecamatan Limo diminta waspada lantaran saat ini debit kali Krukut cabang barat kerap mengalami peningkatan dan berpotensi menggenangi permukiman warga.

Sholeh salah seorang warga Mampang mengatakan, meskipun diwilayah Depok tidak terjadi hujan, namun terkadang debit air dikawah kali cabang barat kerap meninggi bahkan tak jarang sampai meluap kepermukaan jalan, hal ini disebabkan karena bidang kali mengalami pendangkalan.

“Sering terjadi, disini tidak hujan tapi debit air tiba tiba meninggi malah sering meluap dan menggenangi bidang jalan dan permukiman warga,” ujar Sholeh.

Hal senada dilontarkan oleh Niman, salah satu warga Kelurahan Grogol.
Dikatakan Niman, penyebab utama meluapnya air dari kawah kali cabang barat tak terlepas dari banyaknya sampah yang menumpuk dibidang kali yang berdampak terhadap penurunan kapasitas daya tampung air.

“Gimana air enggak meluap kalau dikali banyak sampah dan ini sering sekali terjadi secara tiba tiba, untuk itu kami sejak awal mengusulkan agar disetiap perbatasan wilayah Kelurahan dipasang jaring sampah untuk mengurangi tumpukan sampah disatu titik,” kata Niman.

Dia menambahkan, wilayah RW 07 Grogol menjadi langganan banjir saat debit air kali cabang barat meninggi.

“Kalau debit air kali meninggi dan sampai meluap, warga diseputar Jalan H. Konim dipastikan akan terkena banjir, dan sekarang sudah mulai musim penghujan, warga harus lebih waspada karena potensi meluapnya air dari bidang kali semakin besar,” tukas Niman.

Tak hanya warga yang berdomisili diareal seputar kali, para pengguna jalan juga mengeluhkan terjadinya luapan air diatas bidang ruas jalan raya Grogol dan Mampang.

“Sebenarnya kawah kali ini cukup lebar tapi karena banyak tumpukan sampah jadi air tetap meluap, kami berharap kepada dinas pengairan dan dinas kebersihan agar memperhatikan masalah klasik ini,” pinta Suharsono salah satu pengguna jalan. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here