Anggota DPRD Provinsi Jabar Menilai Ganjil Genap Tak Tepat Diterapkan di Margonda

115
Hasbullah Rahmad

Margonda | jurnaldepok.id
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat daerah pemilihan Depok-Bekasi, Hasbullah Rahmad turut menyoroti kebijakan ujicoba ganjil genap (Gage) di Jalan Margonda Raya. Ia menilai, gage di Jalan Margonda tidak tepat.

“Jalan Margonda raya ruasnya tidak panjang, dari pada menerapkan ganjil genap di sana (Margonda,red) lebih baik bersihin saja bahu jalan terutama jalur lambat yang banyak dipakai untuk parkir, sehingga nanti diatur sepeda motor dan angkot di jalur lambat, mobil pribadi di jalur cepat,” ujar Hasbullah kepada Jurnal Depok, Senin (6/12).

Sehingga, kata dia, meskipun dalam kondisi padat namun kendaraan tetap berjalan dan tidak macet.

“Yang paling penting itu memikirkan Jalan Raya Sawangan, karena jalan itu membelah Kota Depok dari Margonda sampai Parung, itu sangat crowded setiap hari bukan hanya weekend saja,” paparnya.

Solusinya, kata dia, bentuk tim gabungan antara Dishub dan Satlantas Polres Metro Depok mengambil per ruas jalan terutama di pertigaan dan perempatan sepanjang Jalan Raya Sawangan harus dijaga.

“Dari itu pemerintah kota harus memberikan subsidi untuk operasional petugas di lapangan, karena mereka kepanasan dan kehujanan di lapangan, bila perlu berikan seragam juga. Sementara itu, sambil menunggu terhubungnya Tol Cijago dan Tol Antasari ke Citayam. Kalau itu sudah selesai banyak alternatif jalan, tidak harus ke Margonda. Saat ini memang pintu gerbang Depok ya Margonda,” katanya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut mengaku merasakan langsung dampak dari penerapan ujicoba ganjil genap di Jalan Juanda, dikarenakan banyak kendaraan yang diputar balik.

“Akibatnya Jalan Juanda jadi tidak bergerak, memang di Margonda terurai, tapi Juanda menjadi macet total,” jelasnya.

Solusi selanjutnya, kata dia, pemerintah kota harus tetap berkoordinasi dengan PT KAI agar moda transportasi publik dalam hal ini KRL frekuensinya dipercepat, sehingga masyarakat Depok memiliki pilihan yang bekerja ke Jakarta tanpa harus membawa kendaraan.

“Yang lebih cakep lagi yakni LRT, program pemerintah pusat yang saat ini sampai di Cibubur dan akan diteruskan ke Kota Bogor, bisa dibelokan mengikuti Tol Cijago, itu lebih cakep lagi. Enggak usah pakai ganjil genap, masyarakat pasti lebih memilih naik LRT ke Jakarta. Tepat waktu, bersih dan pelayanannya bagus, itu jangka panjangnya,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here