Se Indonesia Kena Prank, Aktor Babi Ngepet dari Bedahan Divonis 4 Tahun Penjara

94
Proses sidang vonis terhadap aktor Babi Ngepet

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Depok memvonis empat tahun penjara kepada terdakwa Adam Ibrahim aktor hoax Babi Ngepet di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan.

Vonis Majelis Hakim yang diketuai oleh M Ikbal Hutabarat lebih tinggi dibandingkan putusan vonis Jaksa Penuntut Umum dengan tiga tahun penjara.

“Memutuskan menghukum Adam Ibrahim dengan pidana penjara empat tahun dengan berkekuatan hukum,” ujar Ikbal, Senin (6/12).

Sebelumnya, Ikbal juga menyebut bahwa terdakwa Adam Ibrahim terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah.

“Menyatakan terdakwa Adam Ibrahim alias Adam Bin Haji Luki, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menyiarkan berita bohong,” jelasnya.

Selanjutnya, dalam putusan tersebut Ikbal juga meminta agar terdakwa tetap ditahan dan barang bukti yang merupakan handphone dirampas untuk negara. Adam didakwa dengan dakwaan alternatif yaitu pasal 14 ayat (1) dan atau pasal 14 ayat (2) UU nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Dalam sidang tuntutan, menuntut Adam didakwa Pasal 14 ayat 1 karena Terdakwa dinilai terlah terbukti dengan sengaja menyebarkan berita bohong dan menimbulkan keonaran saat pemberlakuan PPKM Darurat di masa pandemi Covid-19. Adam dinyatakan bersalah melanggar Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Sebelumnya, JPU Kejaksaan Negeri Depok membacakan sejumlah uraian terhadap perbuatan yang dilakukan terdakwa. JPU berpendapat, keseluruhan unsur yang terkandung di dalam Pasal 14 ayat (1) UU RI No. 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana telah terpenuhi.

Menyatakan terdakwa Adam Ibrahim telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat.

“Menjatuhkan pidana terhadap Adam dengan pidana penjara selama tiga tahun dikurangi masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani dengan perintah agar terdakwa segera ditahan,” kata JPU, Alfa Dera.

Dikatakan dia ada hal-hal yang dianggap memberatkan terdakwa. Antara lain, perbuatan terdakwa menimbulkan keresahan dan rasa ketidaknyamanan di masyarakat khususnya terhadap korban. Kemudian perbuatan yang dilakukan Adam dianggap menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat.

“Terdakwa merupakan seorang tokoh masyarakat yang seharusnya memberikan contoh dan perilaku yang baik di masyarakat. Perbuatan terdakwa dilakukan pada masa bencana Nasional (masa pandemic Covid-19),” katanya.

Sedangkan hal yang meringankan, kata dia, yaitu terdakwa merupakan tulang punggung keluarga. Kemudian untuk beberapa barang bukti seperti telepon genggam disita untuk dimusnahkan.

Sementara itu terdakwa Adam Ibrahim yang mengikuti sidang online di Rutan Cilodong menerima vonis hakim empat tahun penjara.

Pengacara Adam sempat menyakinkan pernyataannya yang menerima vonis hakim. Pengacara bertanya kepada Adam yang menghadiri persidangan via telekonferensi.

“Masih banding atau terima?,” kata pengacara.

“Saya ikhlas lillahi ta’ala. Kami terima vonis tersebut,” ungkapnya.

Sebelumnya, Warga RT 02/04 Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, dihebohkan dengan penemuan yang diduga Babi Ngepet. Penemuan tersebut terjadi pada, Selasa (27/4) dini hari sekira pukul 01.30 WIB.

Sontak berita tersebut menjadi viral, tidak hanya di lokal Depok saja, melainkan se Indonesia. Bahkan, kejadian tersebut telah ‘menutupi’ berita HUT Kota Depok ke 22. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here