Gawat! Hingga Awal Desember Progres Pembangunan Infrastruktur Baru Mencapai 60 Persen

113
Salah satu proyek infrastruktur Jembatan GDC yang saat ini pembangunannya telah mencapai 80 persen lebih

Margonda | jurnaldepok.id
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Hj Citra Yulianty mengungkapkan, saat ini capaian keseluruhan proyek infrastruktur di Kota Depok baru menyentuh angka 60 persen.

“Progres pembangunan infrastruktur sampai akhir November ini sudah mencapai 60 persen untuk fisik dari 1.600 titik kegiatan, kalau keuangan masih 30 persen,” ujar Citra kepada Jurnal Depok, kemarin.

Ia menambahkan, untuk proyek yang menyerap anggaran besar tahun ini adalah pembangunan Jembatan GDC berikut betonisasi jalannya.

“Penataan pedestrian Margonda hanya Rp 2,5 miliar, dua itu yang paling besar (jembatan dan jalan,red). Saat ini semua sudah digelar pekerjaannya, tinggal menunggu selesai saja. Target kami sebelum 27 Desember sudah selesai,” paparnya.

Citra yang baru seminggu dilantik sebagai Kadis PUPR mengatakan, kedepan pihaknya akan fokus pada pekerjaan sesuai janji wali-wakil wali kota yang tertuang dalam RPJMD.

“Penataan pedestrian sampai 2023, kemudian menyelesaikan penataan Jembatan Sengon agar nantinya kali menjadi bersih dan bisa dinikmati oleh masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu Direktur PT Mega Seribu Perkasa, Albion Sirait mengungkapkan, pembangunan Jembatan GDC saat ini telah mencapai 80,174%.

“Per tanggal 28 November kemarin pekerjaan sudah mencapai 80,174%. Kami optimistis pekerjaan akan selesai sebelum tanggal 25 Desember. Saat ini tinggal betonisasi jalan saja,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono mewanti-wanti kontraktor agar proyek infrastruktur yang kini tengah digarap baik yang didanai APBD Depok, Provinsi maupun yang bersumber dari DAK agar selesai tepat waktu.

“Harus sesuai batas waktu yang ditentukan, paling telat tanggal 20 Desember sudah harus selesai semua,” ujar Imam kepada Jurnal Depok usai menghadiri acara Mancing Bareng Balai Wartawan Pemkot Depok, Sabtu (30/10).

Ia juga menjelaskan, ada beberapa proyek infrastuktur yang memang tidak mungkin dikerjakan di tahun ini karena satu dan lain hal.

“Maka anggaran tersebut dikembalikan baik ke provinsi maupun ke pusat. Enggak bisa dilakukan karena memang masih masa pandemi,” paparnya.
Ditegaskannya, proyek infrastruktur yang telah dilelang dan sudah ada pemenangnya maka harus secepatnya dikerjakan. Ia tidak berharap pekerjaan terkena cut off dan pembayarannya hanya sesuai pekerjaan yang telah dikerjakan.

“Pekerjaan infrastruktur ini pasti ada plus minusnya, terlebih dengan beberapa kendala seperti iklim, enggak mungkin juga pekerjaan dilakukan pada saat hujan. Dari itu maksimalkan waktu yang tersisa,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk memantau proyek infrastruktur yang saat ini tengah dikerjakan, pihaknya akan melakukan inspeksi mendadak.

“Sidak akan dilakukan oleh beberapa pihak termasuk DPRD dan kami di pemerintahan. Yang jelas, setiap proyek ada pengawasnya yang berasal dari pemerintah. Mereka harus bisa memberikan pandangan terkait pekerjaan itu,” katanya.

Seperti diketahui, di tahun 2021 ini ada beberapa proyek besar yang didanai APBD Depok-Provinsi yang harus ditutaskan di akhir tahun ini seperti pembangunan GOR, RSUD Wilayah Timur, Revitalisasi Situ Rawa Kalong, Jembatan GDC, Pasar Sawangan, pedestrian Jalan Margonda dan beberapa proyek infrastruktur lainnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here