Dinilai Kumuh dan Halangi Pengguna Jalan, PKL Kolong Fly Over ARH Ditertibkan

71
Petugas Satpol PP saat melakukan penertiban (dok diskominfo)

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota Depok melakukan penataan kawasan kolong fly over Jalan Arif Rahman Hakim (ARH) baik yang ada di Pancoran Mas dan Kecamatan Beji. Pasalnya, di tempat tersebut digunakan oleh pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar serta kegiatan lainnya. Sehingga kawasan tersebut menjadi kumuh dan aktivitas pengguna jalan lainnya terganggu.

“Karena seperti diketahui bahwa kondisi dipenuhi pedagang, parkir liar mengakibatkan terganggu aktifitas manusia lainnya. Kami memberikan kesadaran bagi masyarakat bahwa tidak dibenarkan kepentingan pribadi mengalahkan kepentingan umum,” ujar Kepala Satpol PP Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny, Selasa (30/11) saat ditemui pada kegiatan penertiban bangunan.

Dikatakannya, pihaknya telah melakukan pemberitahuan pada warga terkait penertiban tersebut. Surat pemberitahuan sudah dilayangkan sebanyak tiga kali sejak awal November 2021.

“Pertama pada 2 November 202, kemudian pemberitahuan kedua pada 12 November 2021 dan ketiga pada 19 November 2021. Bahkan pada 26 November kemarin juga sudah dilayangkan surat pemberitahuan untuk dilaksanakan penertiban. Jadi ini sudah terinformasikan kepada masyarakat oleh pihak kecamatan, keluruhan. Sehingga ini bukan tiba-tiba kami datang, kami sudah sosialisasi izin RT/RW dan sesuai prosedur,” ungkapnya.

Menurut Lienda, keberadaan PKL dan parkir liar dianggap melanggar Perda Nomor 16 tahun 2012 tentang Pengawasan dan Pembinaan Ketentraman dan Ketertiban umum. Penertiban ini dilakukan karena mereka menempati fasilitas pemerintah dan tidak sesuai peruntukannya.

“Ini ada bangunan semi permanen, parkir liar. Harapannya tidak dipergunakan lagi untuk parkir. Disini ada wilayah kolong fly over sisi barat, kami berusaha mengambalikan peruntukan jalan agar bisa digunakan dengan maksimal oleh masyarakat. Ini semua bangunan illegal, makanya ditertibkan, agar semua kembali sesuai peruntukannya. Karena ini merupakan jantung kota dan harus dilakukan penataan,”tambahnya.

Diakui Lienda, kawasan tersebut memang terlihat kumuh dan berantakan sehingga dilakukan penataan.

“Ini jalan umum, seharusnya bisa dilalui secara lancar, nyaman oleh warga Kota Depok yang melintasinya. Namun, akhir-akhir ini terganggu. Untuk itu kami mengembalikan fungsi jalan sesuai peruntukannya. Kondisinya agak kurang tertib dan kumuh,” ungkapnya.

Rencananya, kawasan tersebut nanti dijadikan sarana olahraga. Sehingga menjadi tertata dan dapat digunakan untuk kepentingan warga.

“Akan dilakukan penataan oleh Disporyata. Kolong fly over yang tadinya tempat parkir sudah kami tertibkan dan nanti akan dijadikan sarana olahraga. Jadi kegiatan ini intinya mengawali penataan kolong fly over,” katanya.

Lienda pun berharap ada pengawasan setelah penertiban ini sehingga tidak digunakan untuk aktivitas yang dianggap melanggar aturan. Sehingga, kata dia, tercipta Kota Depok yang aman, tertib dan nyaman.

Dia mengingatkan pentingnya sinergitas dengan warga masyarakat untuk mewujudkannya.

“Mereka harus paham bahwa ini melanggar ketentuan, dan melanggar hak-hak pengguna jalan. Kami dari pemerintah kan harus mengutamakan kepentingan umum dari pada ketentuan pribadi. Nanti juga sisi timur akan dilakukan penertiban, kalau ada lagi yang menempati kembali sudah buat kesepakatan sosoalisasikan, tidak akan ada peringatan lagi, langsung diambil dan ditertibkan,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here