Sehari 2 Orang Tewas Bunuh Diri, Ada Yang Gantung Diri & Tabrakan Diri ke KRL

98
Petugas saat melakukan evaksuasi korban bunuh diri

Cipayung | jurnaldepok.id
Dalam satu hari dua orang ditemukan tewas dengan cara bunuh diri. Mereka ditemukan ada yang gantung diri dan menabrakan tubuhnya ke rangkaian commuterline.

Kejadian pertama seorang pria bernama YS ditemukan gantung diri di kebun milik warga di kawasan Setu Citayem RT 03 RW 03, Bojong Pondok Terong, Cipayung. Pria tersebut tergantung tali jemuran berwarna jingga yang dikat di sebuah ranting pohon jambu.

Mertua korban, Sabur mengatakan, tanda-tanda keberadaan korban berawal ditemukan dari adanya motor korban pinggir kawasan Setu Citayem.

“Pertama kan dia berangkat kerja pagi. Setelah berangkat kerja sekitar pukul 08.00WIB, anak saya lewat setu pulang anter anak sekolah. Ada motor almarhum (di pinggir setu),” ujarnya.

Anak Sabur kemudian meminta ayahnya untuk menghubungi istri korban lantaran melihat motor di pinggir Setu Citayem. Saat itu istri korban mengecek ke lokasi motor korban.

“Saya dateng ke setu tanya mana orangnya (korban). Saya tanya sama orang sini (Setu Citayem), mana orang ini. Itu ke dalem lari (ke arah kebun),” kata Sabur.

Sabur kemudian menyusuri pinggir kebun untuk mencari menantunya. Sekitar 50-100 meter dari Setu Citayem, Sabur menemukan menantunya tergantung di sebuah pohon Jambu.

“Menantu saya kerja sebagai pengantar ikan asin di Pasar Kemiri di Depok,” tambah Sabur.

Korban menurut Sabur merupakan sosok yang pendiam. Ia mengungkapkan, menantunya tak memiliki masalah sebelum ditemukan gantung diri.

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Pancoran Mas, Ipda Abu bersama anggota datang di TKP untuk melakukan penyelidikan.

Sementara itu kejadian lainnya di sekitar Stasiun UI, Kecamatan Beji. WH, yang tercatat sebagai warga di RW 14 Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, pada Jumat (26/11) malam ditemukan tewas mengenaskan di perlintasan comuterline di sekitar Stasiun Universitas Indonesia.

Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian kemeja warna biru, celana biru dan KTP atas nama WH beralamat di Jalan Buni RW14 Kelurahan Beji.

Salah seorang petugas di stasiun yang enggan disebut namanya, menyebutkan bahwa ada orang yang terserempet di perlintasan ketika kereta tiba di Stasiun UI.

“Dapat informasi dari masinis saat berhenti, ada orang ketabrak kereta,” ujarnya pada wartawan di lokasi kejadian.

Petugas itu bersama yang lainnya pun segera mengecek lokasi yang diberitahu si masinis, dan mendapati jasad korban ada di tengah perlintasan rel.

“Kami pindahkan ke pinggir (perlintasan) rel kereta,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Beji, Kompol Agus Khoeron, mengatakan, dari informasi beberapa saksi, korban diketahui sengaja lari ke arah perlintasan saat kereta hendak melintas.

“Saat kereta melintas korban terlihat memakai jaket dengan tutup kepala berlari menghampiri kereta dan akhirnya tertabrak. Dilakukan pengecekan korban sudah tergeletak di tengah rel dengan posisi lurus kepala menghadap utara. Korban telah dilarikan ke rumah sakit untuk kepentingan visum,” ungkapnya.

Sementara motif dugaan korban nekat mengakhiri hidupnya dalam penyelidikan lebih lanjut oleh aparat kepolisian. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here