Agar Tak Menimbulkan Pro dan Kontra, DPRD Depok Minta Uji Coba Gage Dikaji Lebih Dalam

75
Kamera e-Tilang saat merekam kendaraan yang melintas di Jalan Margonda

Limo | jurnaldepok.id
Ketua DPRD Kota Depok, H TM Yusufsyah Putra meminta kepada aparat terkait untuk mengkaji lebih dalam lagi terkait rencana penerapan ganjil genap (Gage) di Jalan Raya Margonda agar tidak terjadi pro kontra di masyarakat.

“Secara prinsip tujuannya baik untuk mengurai kemacetan karena Depok selalu dikeluhkan persoalan kemacetan. Silahkan dikaji keuntungan dari ganjil genap, apakah nanti memberikan solusi terbaik sehingga tidak menjadi permasalahan atau pro kontra di masyarakat,” ujar Putra kepada Jurnal Depok, kemarin.

Ia juga meminta pemerintah hadir dalam memaksimalkan fungsinya untuk bisa memberikan solusi terbaik terhadap kemacetan yang ada di Kota Depok.

“Kajian harus dilakukan dengan baik, jangan sampai nanti malah membuat pro kontra di masyarakat. Uji coba silahkan dilakukan seberapa jauh efektifitasnya sehingga mudah-mudahan bisa mengatasi persoalan kemacetan di Kota Depok,” paparnya.

Ketika tidak berhasil, kata dia, harus dievaluasi dan pihak terkait harus segera mencari solusi untuk mengatasi kemacetan di Kota Depok.

“Silahkan ditambah lagi titiknya (jika berhasil,red), karena memang kemacetan di Depok meningkat apalagi di weekend atau hari libur nasional. Mudah-mudahan ini berhasil dan menjadi solusi,” jelasnya.

Sebelumnya, Wali-Wakil Wali Kota Depok, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono menanggapi rencana uji coba pemberlakuan ganjil genap pada, 4 Desember mendatang oleh Polres Metro Depok.

“Ini sebenarnya kewenangan dan arahan dari Polda sehingga kami berkoordinasi dengan mereka memberikan masukan, secara teknis akan dibicarakan kembali sebelum uji coba digelar,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, Rabu (24/11).

Ia menambahkan, untuk ganjil genap, pihaknya telah melakukan kajian cukup lama sekitar tiga tahun.

“Ini baru ada keputusan dan ‘keberanian’ arahan dari Polda yang memiliki kewenangan dalam pengaturan lalu lintas, ini khusus roda empat. Ya namanya uji coba, terkadang kajian dan teori enggak tepat juga, kita lihat saja nanti,” paparnya.

Dari itu, Idris berharap ada masukan-masukan dari masyarakat terkait dampak dari penerapan ganjil genap tersebut.

“Pasti ada ekses, namun dilihat nanti apakah eksesnya ini lebih parah ketimbang tidak ada gage, atau memang bisa membantu, nanti akan dievaluasi,” katanya.

Kasat Lantas Polres Metro Depok, Kompol Jhoni Eka Putra, mengatakan, Jalan Raya Margonda dipilih sebagai lokasi penerapan kebijakan ini musabab kapasitas kendaraannya yang telah overload.

“Penerapan dimulai dari simpang Ramanda, Pertigaan Juanda-Margonda dan dibawah Fly Over UI dari arah Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Ujicoba menerapkan kebijakan ganjil genap di Jalan Raya Margonda dimulai pada 4 Desember 2021,” ujarnya, Rabu (24/11).

Rencananya, uji coba penerapan kebijakan ini bakal berlangsung selama dua pekan dan dimulai akhir Minggu ini, untuk mengurai kemacetan yang terjadi.

“Saat ini kendaraan yang ada dengan jumlah kapasitas jalan sudah melewati batas atau overload. Pada hari Sabtu dan Minggu itu sering terjadi kemacetan maka langkah yang kami ambil khususnya Satlantas melakukan uji coba pelaksanaan ganjl genap. Sejak kemarin kami sudah sosialisasi kepada masyarakat,”katanya.

Lebih lanjut Jhoni mengatakan, kebijakan ini baru berlaku untuk kendaraan roda empat

“Pemberlakuanya baru khusus mobil dari jam 12.00 WIB sampai 18.00 WIB sore, kita uji coba di akhir pekan. Kemudian kita juga membebaskan untuk kendaraan darurat seperti ambulans, dan kendaraan umum itu kita bisa bebaskan. Roda dua masih bisa melintas,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji | Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here