Tetap Pada Tuntutannya, Pledoi Aktor Babi Ngepet Ditolak JPU

50
Proses persidangan hoax Babi Ngepet di Kejaksaan Negeri Kota Depok

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Jaksa Penuntut Umum, Alfa Dera menolak seluruh dalil nota pembelaan alias pledoi yang disampaikan kuasa hukum terdakwa penyebar berita bohong atau hoaks Babi Ngepet, Adam Ibrahim dalam agenda sidang pembacaan replik di Pengadilan Negeri Depok.

“Kami Jaksa Penuntut Umum tidak sependapat terhadap pledoi yang diajukan oleh penasehat hukum terdakwa dan kami sampaikan secara tegas bahwa jaksa tetap pada surat tuntutan kami,” ujarnya, kemarin,

JPU menuntut Adam Ibrahim dengan pidana penjara selama 3 tahun penjara dikarenakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong.

“Dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 14 ayat (1) Undang Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana. Kami JPU, meminta supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Depok yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan menolak nota pembelaan terdakwa, serta menerima dan mengabulkan tuntutan JPU,” katanya.

Sebelumnya, Kuasa Hukum terdakwa penyebar hoax Babi Ngepet, Adam Ibrahim, Onrasi Hia menyangkal kliennya telah membuat keonaran ditengah masyarakat.

Menurut Onrasi, dari fakta-fakta persidangan yang telah diungkap, tidak ada unsur keonaran seperti dakwaan Jaksa Penuntut Umum dalam kasus Babi Ngepet di wilayah Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan.

“Berdasarkan keterangan ahli Prof. Dr. Andhika Dutcha Buchari SPd.,M.Hum., secara literal, keonaran bermakna kekacauan atau ketidakteraturan atau keributan yang muncul di dalam kehidupan masyarakat atau rakyat,” kata Onrasi saat membacakan nota pembelaan atau pledoi di Pengadilan Negeri Depok. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here