Setelah Jinakan Anak Ular, Kemarin Giliran Sarang Tawon Dimusnahkan Tim Damkar

9
Tim Damkar saat memusnahkan sarang tawon di atas genting rumah warga

Tapos | jurnaldepok.id
Personel Damkar Kota Depok menyelesaikan dua tugas yakni mengevakuasi sarang tawon hingga ular yang masuk ke rumah warga.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Damkar Kota Depok, Denny Romulo, mengatakan, pihaknya mengevakuasi sarang tawon yang ada dibawah genting warga di Perumahan Permata Cimanggis, Tapos, Senin (22/11), malam.

“Kami tiba di lokasi pukul 19.15 WIB, kemudian sarang tawon berhasil dievakuasi dan dimusnahkan pukul 20.00 WIB,” ujarnya, kemarin.

Selesai mengevakuasi dan memusnahkan sarang tawon, pekerjaan pun kembali dilakukan dan kali ini mengevakuasi seekor ular yang ada rumah seorang warga.

“Evakuasi ini berlangsung pukul 21.20 WIB malam di Jalan Jambu Kelurahan Depok Jaya, Pancoran Mas. Jumlah personel yang diterjunkan lima orang untuk mengevakuasi ular,” papar Denny.

Kabid Pengendalian dan Operasional Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Welman Naipospos kepada wartawan mengatakan, anggotanya mengamankan tiga jenis hewan Ular Kobra Jawa yang diketahui dari laporan salah seorang warga Pangkalan Jati, Cinere.

“Pemiliki rumah melaporkan ada ular di atap plafon rumahnya. Namun karena takut, mereka langsung menghubungi petugas Damkar. Benar saja, setelah diperiksa, ternyata ada tiga anak ular jenis Kobra Jawa yang berhasil ditemukan dan langsung dievakuasi petugas ke dalam botol air mineral. Kemungkinan baru beberapa hari menetas karena masih kecil. Tapi tetap beracun,” ujarnya, kemarin.

Dengan adanya temuan itu, petugas kemudian sempat melakukan penyisiran ke area pekarangan dan dalam rumah. Sebab mereka curiga, ada induknya.

“Ini masih kami lacak. Yang jelas kami imbau agar masyarakat jangan gegabah ketika menemukan ular, segera hubungi Damkar,” katanya.

Dikatakannya, memasuki musim penghujan, Kota Depok bukan hanya siaga menghadapi bencana banjir dan longsor, melainkan juga kemunculan ular di pemukiman padat penduduk.

Dia mengungkapkan, tibanya musim penghujan berbarengan dengan waktu menetas telur beberapa spesies ular.

“Bulan September-Oktober hingga Maret mendatang adalah waktu menetesnya telur ular di dalam sarangnya. Setelah menetas, anak ular ini akan keluar dari sarangnya dan bergerak ke segala penjuru untuk mencari makan serta minum. Anak ular tidak menyusu dan tidak tinggal dengan induknya. Si induk ular sudah pergi meninggalkan telur sesaat setelah disembunyikan dalam lubang untuk ditetaskan. Induk Ular Kobra tidak mengerami telur,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here