Peringati Hari AIDS Sedunia, Pentahelix Bakal Gelar Deklarasi Bersama

44
Rakor persiapan Hari AIDS Sedunia yang digelar di Balaikota Depok

Laporan: Rahmat Tarmuji
Terus meningkatnya kasus HIV/AIDS dari tahun ke tahun di Kota Depok menjadi keprihatinan bagi semua pihak.

Untuk mengendalikan hal tersebut, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) bersama Pemerintah Kota Depok akan menggelar deklarasi bersama yang melibatkan pentahelix yang terdiri dari Akademisi, Business, Community, Government dan Media (ABCGM).

“Kami sangat membutuhkan peran semua pihak terutama pentahelix ini. Dengan harapan kasus HIV/AIDS di Depok tidak bertambah lagi,” ujar Khaerudin, Ketua KPA Kota Depok, kemarin.

Dari itu, sambungnya, pihaknya akan menggelar deklarasi dan komitmen bersama dengan pentahelix pada peringatan Hari AIDS Sedunia 1 Desember mendatang.

“Kesiapan untuk acara deklarasi bersama terus kami matangkan, hari ini (kemarin,red) kami menggelar rakor membahas hal tersebut. Alhamdulillah kami mendapat dukungan pentahelix yang luar biasa,” paparnya.

Dikatakannya, sejak tahun 2013 hingga September 2021 kemarin, jumlah penderita AIDS di Kota Depok mencapai 1.244 orang.

“Pentahelix ini memiliki peranan yang sangat penting dibidangnya masing-masing. Dengan begitu target kami pada 2030 nanti kasus AIDS ini akan tuntas,” jelasnya.

Asisten Pemerintahan Bidang Kesejahteraan Sosial, H Sri Utomo mengatakan, Pemerintah Kota Depok siap mendukung acara deklarasi bersama pentahelix pada 1 Desember mendatang.

“Kami sepakat dan bangga bisa bersama-sama menangani HIV ini. Terkait data penderita memang harus akurat, silahkan kumpulkan data agar yang tercatat baik di LSM, Dinas Kesehatan, WPA dan lainnya bisa sama. Jika itu warga Depok, kita bisa berikan bantuan agar mereka tetap semangat dan tidak terstigma,” ungkapnya.

Sri yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I KPA Kota Depok menambahkan, ODHA tidak perlu dijauhi justru harus diajak turut berkontribusi untuk memajukan kesehatan di lingkungan.

“Yang terpenting setelah deklarasi itu yang harus dilaksanakan. Semua pihak bisa berkolaborasi untuk menekan angka AIDS ini. Dalam edukasi ke pelajar juga harus sesuai tingkatannya, karena ini menyangkut pendidikan seks, jadi harus hati-hati,” tandasnya.

Dari itu, Sri meminta kepada stake holder untuk melakukan study banding ke daerah lain yang dalam menangani persoalan AIDS secara baik.

“Ambil ilmu yang baik dari daerah lain. Artinya dalam membuat program harus yang betul-betul sudah teruji. Berinovasi silahkan, tapi tetap hati-hati,” pungkasnya didampingi Kasubag Kesos, Nasrullah. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here