Awas! Musim Penghujan Ular Mulai Menetas, Warga Diminta Waspada

169
Petugas Damkar saat mengevakuasi anak ular di rumah warga

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Di musim penghujan saat ini merupakan masa menetas ular, salah satunya Ular Kobra atau nama latinnya Naja Sputatrix.

Kabid Pengendalian dan Operasional Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Welman Naipospos mengatakan, anggotanya telah mengamankan tiga jenis hewan Ular Kobra. Anggotanya mengevakuasi tiga jenis anak Ular Kobra Jawa itu diketahui dari laporan salah seorang warga Pangkalan Jati, Cinere.

“Pemiliki rumah melaporkan ada ular di atap plafon rumahnya. Namun karena takut, mereka langsung menghubungi petugas Damkar. Benar saja, setelah diperiksa, ternyata ada tiga anak ular jenis Kobra Jawa yang berhasil ditemukan dan langsung dievakuasi petugas ke dalam botol air mineral. Kemungkinan baru beberapa hari menetas karena masih kecil. Tapi tetap beracun,” ujarnya, kemarin.

Dengan adanya temuan itu, petugas kemudian sempat melakukan penyisiran ke area pekarangan dan dalam rumah. Sebab mereka curiga, ada induknya.

“Ini masih kami lacak. Yang jelas kami imbau agar masyarakat jangan gegabah ketika menemukan ular, segera hubungi Damkar,” katanya.

Dikatakannya, memasuki musim penghujan, Kota Depok bukan hanya siaga menghadapi bencana banjir dan longsor, melainkan juga kemunculan ular di pemukiman padat penduduk.

Dia mengungkapkan, tibanya musim penghujan berbarengan dengan waktu menetas telur beberapa spesies ular.

“Bulan September-Oktober hingga Maret mendatang adalah waktu menetesnya telur ular di dalam sarangnya. Setelah menetas, anak ular ini akan keluar dari sarangnya dan bergerak ke segala penjuru untuk mencari makan serta minum. Anak ular tidak menyusu dan tidak tinggal dengan induknya. Si induk ular sudah pergi meninggalkan telur sesaat setelah disembunyikan dalam lubang untuk ditetaskan. Induk Ular Kobra tidak mengerami telur,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, ular biasanya lebih suka bersembunyi di tempat yang kering dibandingkan tempat basah.

“Biasanya, ular menyenangi tempat-tempat yang banyak hewan buruannya seperti tikus, katak, kadal, cicak dan lain-lainnya. Ular akan bertahan di satu tempat yang banyak makanannya dan juga ada lokasi sembunyi yang aman dan kering, dan akan berpindah bila tempat tersebut tidak ditemukan sumber makanan,” tukasnya.

Dari itu, Welman mengimbau masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan di dalam rumah dan juga lingkungan sekitar.

“Bersihkan area kebun, pindahkan pot -pot tanaman, tata ulang. Tumpukan material dirapihkan, sampah buang secara rutin. Jika induk Kobra menaruh telur di halaman rumah, bisa diketahui jika menyapu atau menggali atau memindahkan material yang tidak terawat,” ungkapnya.

Untuk mencegah keberadaan ular di pemukiman juga bisa dilakukan dengan membasmi sumber makanannya.

“Untuk mengurangi atau membasmi tikus di rumah dan sekitar. Tikus mengeluarkan bau, kotoran yang memancing ular datang. Cek juga lubang-lubang yang berpotensi menjadi sarang ular,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here