Tolak Pembubaran MUI! Umat Diminta Tak Terprovokasi & Jangan Mudah Diadu Domba

92
Khairulloh Ahyari

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok, Khairulloh Ahyari menilai desakan pembubaran MUI sangat tidak mendasar.

“Desakan itu tidak mendasar dan berpotensi memecah belah bangsa. MUI adalah wadah bersama ulama dari berbagai Ormas Islam dan cendikiawan muslim,” ujar Khairulloh kepada Jurnal Depok, kemarin.

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Depok itu menambahkan, peran dan kontribusi MUI selama ini sangat besar bagi perjalanan bangsa dan negara Indonesia.

“Utamanya dalam pembinaan umat, mengembangkan kehidupan yang harmonis di antara umat beragama serta mitra pemerintah dalam masalah-masalah keagamaan,” paparnya.

Lebih lanjut ia meminta kepada umat Islam agar tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan isu-isu yang tidak mendasar dan mengarah kepada fitnah serta adu domba.

“Kami tegaskan kembali desakan itu tidak mendasar dan mengada-ngada,” tegasnya.

Tak hanya itu, Khairulloh mengungkapkan, selama ini MUI secara aktif membantu pemerintah dalam memberantas paham radikalisme dan terorisme di Indonesia.

“Hal itu dilakukan MUI baik dengan menerbitkan fatwa dan pembinaan kepada masyarakat luas tentang bahaya terorisme dan radikalisme,” jelasnya.

Sebelumnya desakan pembubaran MUI kencang disuarakan oleh beberapa orang lantaran salah satu pengurusnya tertangkap Densus 88 atas dugaan jaringan terorisme.

Sementara itu, seperti dilansir dari tempo.co Majelis Ulama Indonesia telah menonaktifkan pengurusnya Ahmad Zain yang ditangkap Densus 88 dengan dugaan keterlibatannya dalam jaringan terorisme.

“Status Ahmad Zain sebagai pengurus MUI sudah dinonaktifkan hingga ada keputusan hukum yang tetap,” ungkap Ketua Umum MUI Miftachul Akhyar dan Sekjen MUI Amirsyah Tambunan, dalam suratnya, Rabu (17/11).

Ahmad Zain tercatat sebagai pengurus Komisi Fatwa MUI. Sebelumnya, Ahmad ditangkap Tim Densus 88 di Pondokmelati, Kota Bekasi pada Selasa, (16/11) malam. Polisi menduga yang bersangkutan merupakan Dewan Syuro Jamaah Islamiyah.

MUI menegaskan tindak-tanduk Ahmad Zain yang diduga terlibat dalam jaringan Jamaah Islamiyah merupakan urusan pribadi dan tidak ada sangkut pautnya dengan MUI. MUI menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum.

MUI juga menyatakan tetap berkomitmen dalam penegakkan hukum terhadap ancaman terorisme sesuai fatwa MUI No. 3 Tahun 2004. Oleh karena itu, MUI meminta agar proses hukum dapat dijalankan secara profesional dan mengedepankan asas praduga tak bersalah.

“Dan dipenuhi hak-hak yang bersangkutan untuk dapat perlakukan hukum secara adil,” katanya.
Atas dugaan jaringan terorisme pada salah satu pengurus, MUI meminta agar masyarakat menahan diri agar tidak terprovokasi dari kelompok-kelompok tertentu dan dapat mendahulukan keutuhan dan kedamaian bangsa dan negara. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here