Mabes Polri Segera Tetapkan Tersangka Pemalsu Dokumen Pertanahan Perumahan Reiwa Town

300
Jendral Purnawirawan H Emack Syadzily saat menunjukkan bukti laporan ke Mabes Polri

Bojongsari | jurnaldepok.id
Bareskrim Mabes Polri bakal segera menetapkan tersangka para pihak yang terlibat dalam kasus pemalsuan tanda tangan Jendral Purnawirawan H Emack Syadzily atas sengketa tanah dengan PT Abdi Luhur Kawulo Alit (ALKA) sebagai pengembang Perumahan Reiwa Town.

Demikian diungkapkan Emack saat menggelar jumpa pers dengan sejumlah awak media di salah satu restoran dikawasan Cinere, Jum’at (19/11).

“Saya sudah mendapat kabar dari Mabes Polri terkait perkembangan penanganan kasus pemalsuan tanda tangan saya yang dilakukan secara berjamaah oleh sejumlah oknum. Setelah memanggil sejumlah pihak, langkah selanjutnya Mabes Polri akan menetapkan para tersangka yang terlibat,” ujar Emack Syadzily.

Ditegaskan Emack, sebelum melaporkan kasus pidana pemalsuan tanda tangan kepada Mabes Polri, dirinya sudah mencoba menempuh upaya musyawarah yang dimediasi oleh jajaran Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok.

Namun, lanjut dia, niat baiknya ternyata tidak direspon secara serius oleh para pihak terkait sehingga kasus penyerobotan tanah tersebut terpaksa dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri.

“Saya sudah tidak lagi berpikir soal tanah saya yang dirampok oleh para oknum dengan cara memalsukan tanda tangan saya dibeberapa dokumen persyaratan untuk fasum pemakaman Perumahan Reiwa yang dilakukan oleh PT Abdi Luhur Kawulo Alit (ALKA), sekarang saya hanya ingin semua pihak yang terlibat dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya secara secara hukum,” tegas Emack.

Hal senada dikemukan HS, orang yang dipercaya Emack untuk mengurus permasalahan tersebut.

“Saya rasa kesabaran Pak Emack sudah diambang batas, selain melanjutkan proses hukum di Bareskrim Mabes Polri, beliau juga akan membuka skandal pemalsuan tanda tangan di banyak media massa baik cetak maupun elektronik. Ini merupakan upaya terakhir yang seharusnya tidak perlu terjadi jika saja para pihak tidak mengabaikan niat baik beliau,” ungkap HS kepada Jurnal Depok.

Dikatakan HS, Bareskrim Mabes Polri telah memanggil dan memeriksa sejumlah pihak termasuk aparatur Pemerintah sebagai bahan untuk menetapkan para tersangka.

“Belum lama ini sudah ada lampu hijau dari Mabes Polri untuk melanjutkan kasus tersebut. Saya belum tahu siapa saja nanti yang akan ditetapkan sebagai tersangka, tapi yang jelas Mabes Polri sudah memberi sinyal kepada pak Emack untuk menuntaskan kasus ini secara hukum,” tukas HS.

Pantauan Jurnal Depok dilokasi perumahan Reiwa Town di kawasan Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, belum melihat adanya tanda-tanda bakal dilakukannya penindakan terhadap pelanggaran proses perijinan bangunan di perumahan tersebut.

Padahal, pada 2 Maret 2020 BKD Kota Depok sudah memerintahkan kepada Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) melalui surat Nomor 005/3258-Aset untuk melakukan peninjauan ulang atas perijinan dan menghentikan sementara proses pembangunan sampai ada kesepakatan antara PT Alka selaku pihak yang menyerahkan lahan fasum pemakaman, dan H Emack Syadziliy selaku pemilik lahan fasum Perumahan Reiwa Town yang diserahkan kepada bagian Aset BKD Kota Depok.

Namun pada kenyataan sampai sekarang tidak ada tindakan konkret atas surat tersebut. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here