Hasil Swab Berbeda, Pimpinan DPRD Mencak-mencak, Ini Penjelasan Pihak RSUD

50
Hendrik Tangke Allo

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Pimpinan DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo mempersoalkan hasil Swab PCR terhadap Anggota Fraksi PDI Perjuangan yang berbeda-beda dari tiga laboratorium.

“Kamis (11/11) Anggota Fraksi kami swab di Labkesda hasilnya positif, hari Sabtu (13/11) swab di RSUD hasilnya negatif. Penasaran, hari Selasa (16/11) swab lagi di Labkesda hasilnya positif, malamnya swab lagi hasilnya negatif. Bahkan setelah swab di dua lab berbeda hasilnya negatif. Ini mana yang benar? Seminggu lima kali swab hasilnya berbeda terus,” ujar Hendrik kepada Jurnal Depok, Kamis (18/11).

Dari itu, pria yang akrab disapa HTA mempertanyakan akurasi dan kebenaran dari hasil Swab PCR Labkesda Depok yang berbeda dengan hasil PCR laboratorium instansi lain.

“Jangan-jangan ada permainan oknum di Labkesda yang sengaja mengcovidkan warga. Ini Harus diusut dan dijelaskan, ini juga merugikan tim gugus tugas Kota Depok,” paparnya.

Secara mental, sambungnya, pasien sangat dirugikan dengan kondisi tersebut.

“Labkesda Depok harus bertanggungjawab dan harus ada investigasi lanjutan,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD Kota Depok, Devi Maryori mengatakan, hasil swab berbeda-beda itu sangat memungkinkan.

“Kalau sudah berbeda hari, ya bisa berbeda pula hasilnya, karena kan virus itu fluktuatif, semakin lama semakin turun, dan cara pengambilannya salah bisa saja hasilnya berbeda. Tergantung juga dengan alat yang dipakai, walaupun dalam waktu 24 jam hasilnya juga bisa berbeda,” jelasnya.

Begitu juga, lanjutnya, swab dengan hasil yang berbeda bisa karena factor teknik pengambilan yang digunakan seperti tidak sampai ke sasaran. Selain itu reagen yang dipakai juga bisa mempengaruhi dari merek dan jenis alatnya.

“Bisa saja ketika periksa di Labkesda sudah ada virusnya dan periksa di lab lain virusnya sudah hilang. Cut off alat itu juga kan berbeda-beda ada yang TCM, ada PCR, tapi sama-sama PCR yang dipakai namun alatnya berbeda,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, waktu pengambilan swab yang berbeda juga dapat mempengaruhi hasil, baik dari hari maupun pada jam yang sama.

“Bisa saja virusnya sudah tidak terdeteksi beberapa hari kemudian. Enggak usah nunggu 24 jam, dalam hitungan jam saja hasil swab bisa berbeda, karena kita enggak tahu ada berapa banyak virus di dalamnya. Bisa juga pada saat swab terakhir masih ada sisa-sisa virus, kita enggak tahu itu. Kalau mau membanding-bandingkan itu sebaiknya di lab dan di jam yang sama. Jaraknya bisa saja 24 jam dengan gejala yang dirasa,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here