Pembebasan Lahan Belum Juga Dibayar, Yayasan Citra Bangsa Ultimatum PPK Tol Cijago

71
Tampak depan Yayasan Citra Bangsa

Limo | jurnaldepok.id
Sekretaris Yayasan Citra Bangsa Depok yang menaungi sekolah Madrasah Ibtidaiyah (Riayatul Athfal) dan SMP Citra Bangsa, Zulkarnain mengaku kecewa lantaran hingga saat ini pihak pengadaan jalan tol Cinere – Jagorawi (Cijago) belum juga mencairkan Uang Ganti Kerugian (UGK) tanah dan bangunan sekolah.

“Hari ini (kemarin red) ada pencairan tapi tanah dan bangun sekolah kami tidak termasuk yang cair hari ini, padahal kami sudah sangat membutuhkan dana ganti rugi itu untuk melanjutkan pembangunan gedung sekolah baru dan membayar hutang yang kami pinjam dari salah satu tokoh masyarakat untuk membiayai pembangunan yang sedang berjalan,” ujar Zulkarnain kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dikatakannya, pihaknya masih memberi toleransi kepada PPK pengadaan tol Cijago hingga akhir bulan Desember 2021 dan bilamana sampai akhir Desember pihak nya belum juga menerima pembayaran uang ganti kerugian, maka pihaknya akan menuntut kenaikan nilai ganti rugi hingga mencapai Rp 15 milyar dan jika tuntutan kenaikan nilai ganti rugi tidak dipenuhi maka pihaknya akan menolak penggusuran.

“Ya, kami susah membuat surat ultimatum kepada PPK pengadaan tol Cicajo, dan kami akan menolak penggusuran jika pihak penyelenggara tol tidak memenuhi tuntutan kami,” ujarnya.

Dia menambahkan, total nilai ganti rugi bangunan gedung dan tanah MI Riayatul Athfal dan SMP Citra Bangsa sebesar Rp 8,1 miliar dan uang ganti rugi tersebut akan dioptimalkan untuk membangun gedung baru.

“Kami sudah berhutang lebih dari 6 miliar untuk melaksanakan pembangunan, dan bangunan belum rampung, kami sangat membutuhkan dana untuk merampungkan pembangunan gedung baru diwilayah RW 02 Krukut, mudah mudahan sebelum akhir tahun ganti rugi lahan dan gedung sekolah kami kami sudah cair sehingga pada awal tahun pelajaran baru 2022/2023 gedung baru sekolah kami sudah rampung dibangun dan dapat dioptimalkan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar,” tegas Zulkarnain.

Harapan senada disampaikan oleh Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Husin Tohir.

“Kami berharap pembayaran uang ganti kerugian untuk sekolah di yayasan Citra Bangsa diprioritaskan karena pihak yayasan sangat membutuhkan dana untuk membangun gedung sekolah baru sebagai pengganti gedung lama jika nanti sudah digusur,” tutup Husin. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here