Bantah Lakukan Keonaran, Aktor Babi Ngepet Minta Keringanan Hukumam

73
Proses persidangan hoax Babi Ngepet di Kejaksaan Negeri Kota Depok

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Aktor hoax kasus Babi Ngepet yang terjadi di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, meminta kepada majelis hakim agar bisa menjatuhkan putusan yang adil dan ringan.

Permintaan itu disampaikan kuasa hukum terdakwa, Onrasi Hia pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Kota Depok, Selasa (16/11) dengan agenda pledoi.

Menurut Onrasi, Adam tidak terbukti secara sah meyakinkan melakukan perbuatan sebagaimana yang dilarang dalam pasal yang dituntutkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Tentunya pledoi ini bukanlah pembelaan yang serta merta agar terdakwa terbebas dari tuntutan, tetapi ini merupakan ikhtiar untuk merangkai kembali fakta sebenarnya yang sudah berlangsung selama dipersidangan, mendapatkan gambaran yang terang atas kasus ini,” ujarnya, kemarin.

Adam didakwa dengan dakwaan alternatif yaitu pasal 14 ayat (1) dan atau pasal 14 ayat (2) UU nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Dalam sidang tuntutan, JPU menuntut Adam didakwa Pasal 14 ayat 1 karena Terdakwa dinilai telah terbukti dengan sengaja menyebarkan berita bohong dan menimbulkan keonaran.

Namun kuasa hukum keberatan dengan anggapan bahwa Adam telah menimbulkan keonaran.

“Dari fakta persidangan yang terungkap, tidak ada yang terjadi kekisruhan, kegaduhan, ataupun keonaran. Sehingga unsur keonaran tidak terpenuhi,” paparnya.

Ia menambahkan, Adam menyebar berita bohong demi meredam keresahan warga yang sering mengaku kehilangan uang.

“Sedangkan tujuan berita bohong yang disebarkan Ratna Sarumpaet mengandung nilai politis, sehingga menimbulkan kekacauan seluruh warga negara Indonesia. Oleh karena itu, kami berpendapat bahwa JPU telah keliru atau salah paham akan suatu unsur tindak pidana,” jelasnya.

Sementara itu JPU, Alfa Dera mengatakan, pihaknya menghargai keberatan yang dibacakan. Namun pihaknya tetap pada tuntutan yang telah dibacakan sebelumnya.

“Kami tetap pada tuntutan dan menganggap pembelaan tidak dilakukan berdasarkan landasan teori dan tidak memahami pengertian dari keonaran tersebut,” tanggapnya.

Sebelumnya Terdakwa hoaks Babi Ngepet di Kota Depok, Adam Ibrahim, dituntut tiga tahun kurungan penjara oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU). n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here