Warga Ngaku Takut Ditilang Jika Tidak Ikuti Program Uji Emisi

76
Petugas Kepolisian saat melakukan sample uji emisi

Margonda | jurnaldepok.id
Ratusan kendaraan di Kota Depok menjalani uji emisi yang diselenggarakan Pemerintah Kota Depok bersama Satuan Lalulintas Polres Metro Depok.

Galih, salah satu warga mengaku menyambut baik dengan adanya uji emisi di Kota Depok karena dia setiap hari bekerja di Jakarta. Dia juga setuju dengan tujuan uji emisi ini untuk menciptakan kualitas udara yang bersih.

“Ya pandemi ini jadi kita sangat perlu udara yang sangat bersih. Ya, senang ada uji emisi di Depok karena kan saya tiap hari kerja ke Jakarta. Kalau enggak lolos uji emisi nanti bisa kena tilang kalau sudah diberlakukan,” ujarnya, Selasa (16/11).

Kasat Lantas Polrestro Depok, Kompol Jhoni Eka Putra mengungkapkan, uji emisi digelar selama tiga hari di tiga tempat berbeda.

“Untuk hari pertama, uji emisi digelar di Perumahan Pesona Khayangan Depok dengan target sasaran 600 kendaraan. Tujuannya untuk mengetahui kualitas emisi gas buang karbon kendaraan,” ungkapnya.

Uji emisi banyak diminati warga karena banyak warga Depok yang bekerja di DKI Jakarta menggunakan kendaraan roda empat. Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberlakukan sanksi tilang uji emisi bagi kendaraan yang melintas di Jakarta tahun depan.

“Tujuannya untuk mengetahui tingkat kelayakan emisi gas buang kendaraan. Memang belum berlaku (sanksi) di Jakarta. Tapi ini untuk mengetahui kelayakan kendaraan. Sasarannya 1.600 kendaraan selama tiga hari,” katanya.

Dia mengatakan, selain itu uji emisi juga untuk menciptakan udara yang bersih di lingkungan.

“Selama ini banyak kendaraan yang emisi gas buangnya sangat tinggi sehingga mencemari lingkungan. Ini juga bertujuan untuk menciptakan udara yang bersih sehingga paru-paru kita bisa lebih sehat lagi. Bayangkan kalau emisi gas karbonnya tinggi kan dampaknya pada kualitas udara yang kita hirup sehari-hari,” tnadas Kanit Kamsel Satlantas Polrestro Depok, AKP Elly Padiansari.

Dikatakannya, jika kendaraan yang digunakan masih layak jalan dan emisi gas buangnya rendah, maka pengendara sudah berperan aktif dalam menciptakan udara yang bersih. Terlebih dalam suasana pandemi ini kualitas udara yang bagus sangat diperlukan.

“Pandemi ini membuat kita semakin memerlukan kualitas udara yang bersih dan bagus. Salah satunya dengan uji emisi ini, kita tahu apakah kendaraan kita layak atau tidak. Jika tidak layak maka harus dirawat dengan baik agar menjadi layak jalan,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here