Berlangsung Selama 3 Hari, Uji Emisi Pemkot Depok Jaring 500 Kendaraan Setiap Hari

52
Wali Kota Depok saat memberikan stiker lolos uji emisi kepada pemilik kendaraan (dok diskominfo)

Margonda | jurnaldepok.id
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Hj Ety Suryahati mengungkapkan, pihaknya menyiapkan kuota 500 kendaraan untuk diuji emsisi setiap harinya.

“Uji emisi ini kami gelar selama tiga hari yakni mulai tanggal 16, 17 dan 18 November. Sehari kuotanya 500 kendaraan yang dimulai sejak pukul 06.30,” ujar Ety kepada Jurnal Depok, Selasa (16/11).

Ia menambahkan, adapun jadwal untuk kegiatan uji emsi berpindah-pindah lokasi. Hal itu dimaksudkan agar dapat diakses oleh seluruh warga Depok.

“Minggu ini akan kami gelar tiga hari berturut-turut. Sementara untuk 17 November 2021 kegiatan serupa kami gelar di Terminal Jatijajar. Sedangkan untuk tanggal 18 November 2021 kami gelar di Perumahan Telaga Golf Sawangan,” jelasnya.

Dikatakannya, tahun ini pihaknya telah mengadakan kegiatan uji emisi sebanyak delapan kali di sejumlah lokasi, setelah sebelumnya pada bulan Oktober juga dilaksanakan kegiatan serupa.

Ety berharap, masyarakat di Kota Depok bisa lebih memperhatikan kondisi kendaraan dengan rajin mengganti oli dan memeriksa gas buang kendaraan. Dengan begitu, bisa membantu mengurangi polusi udara.

“Dengan perawatan yang baik dan pengecekan berkala, diharapkan akan menghasilkan gas buang yang baik pula,” katanya.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris meminta agar pelaksanaan uji emisi pada kendaraan bermotor perlu dilakukan secara berkala. Tidak hanya kendaraan dinas tetapi juga kendaraan pribadi.

“Kegiatan ini perlu dilakukan secara berkala untuk mengetahui tingkat kualitas udara di Kota Depok. Tidak hanya mobil dinas yang ada di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) saja, tapi kesadaran masyarakat juga dibutuhkan agar secara sukarela melakukan perawatan rutin terhadap kendaraannya,” ungkap Idris usai membuka kegiatan Uji Emisi di Pesona Khayangan, Sukmajaya.

Idris menyebut, uji emisi ini dimaksudkan untuk mengetahui efektivitas pembakaran bahan bakar pada mesin. Caranya dengan menganalisa kandungan Carbon Monoxide (CO) dan Hidro Carbon (HC) pada saluran gas buang.

“Uji emisi ini dalam rangka mengevaluasi kendaraan bermotor untuk roda empat dalam upaya melestarikan lingkungan, utamanya udara,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here